Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di sela pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka di Tokyo, Jepang. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.
Kemenhut: Investasi Karbon Terbuka Melalui Aforestasi dan Reforestasi
Fachri Audhia Hafiez • 31 March 2026 21:53
Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa peluang investasi karbon bagi sektor swasta, termasuk investor dari Jepang, kini terbuka lebar di Indonesia. Investasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai skema, salah satunya melalui kegiatan aforestasi dan reforestasi di kawasan taman nasional yang didukung oleh regulasi nasional terbaru.
“Peluang ini semakin terbuka dengan terbitnya kebijakan nasional terkait Nilai Ekonomi Karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional, yang memungkinkan implementasi Voluntary Carbon Market secara lebih terstruktur dan kredibel,” ujar Raja Juli dalam keterangannya di Tokyo, dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
Raja Juli menjelaskan, ajakan investasi ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Ishihara Hirotaka, di Tokyo. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kolaborasi strategis di bidang kehutanan, konservasi, hingga pengendalian perubahan iklim global.
“Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di sektor kehutanan, sekaligus mendorong solusi inovatif berbasis alam untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global,” lanjut Raja Juli.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Jepang menyampaikan apresiasi atas nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dengan Prefektur Shizuoka terkait perlindungan satwa liar, termasuk program breeding loan komodo. Selain itu, Jepang mengundang Indonesia bergabung dalam Asia Protected Areas Partnership, sebuah jejaring kawasan lindung yang melibatkan 17 negara di Asia.
Menanggapi hal tersebut, Raja Juli mengusulkan pengembangan kerja sama sister park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan taman nasional di Indonesia. Hal ini guna meningkatkan standar pengelolaan kawasan konservasi.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di sela pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka di Tokyo, Jepang. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.
“Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menuju pengembangan taman nasional berkelas dunia,” tegas Raja Juli.
Raja Juli menambahkan, seluruh rangkaian pertemuan bilateral ini merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini untuk mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Jepang di berbagai sektor strategis.