Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. Foto: Istimewa.
Warga Nahdliyin Harap Muktamar ke-35 NU Hadirkan Pemimpin yang Menyatukan
Rahmatul Fajri • 27 June 2026 19:32
Jakarta: Kiai kampung sekaligus kader Nahdlatul Ulama (NU) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menyoroti pentingnya evaluasi kepemimpinan jelang persiapan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, terdapat polarisasi struktural yang lebih luas dan melibatkan pola relasi kerja di masa lalu.
"Pola yang terus berulang dari fase ke fase patut menjadi bahan renungan bersama," ujar Khalilur melalui keterangan tertulis, Sabtu, 27 Juni 2027.
Dia mengatakan, sejarah NU pernah menghasilkan sosok-sosok pemimpin pemersatu. Di antaranta yaitu Rais Aam KH Ahmad Siddiq dan KH Sahal Mahfudz. Keduanya dinilai selalu dikenang publik karena kedalaman ilmu, keteduhan sikap, serta kemampuannya merawat persatuan di tengah perbedaan.
"NU terlalu besar untuk terus-menerus disibukkan oleh konflik elite," kata Khalilur.
.jpeg)
Ilustrasi NU. Foto: dok. MI.
Dia pun mengajak seluruh warga nahdliyin untuk menilai secara jernih dan objektif mengenai figur kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan oleh PBNU di masa depan. Ia mendorong agar Muktamar NU ke-35 mampu melahirkan sosok pucuk pimpinan yang mengutamakan keteduhan dan kesederhanaan hidup, serta bertindak sebagai perekat seluruh unsur jam'iyah.
"Sudah saatnya Muktamar NU ke-35 menghadirkan kepemimpinan yang tidak lagi mewariskan pertengkaran berkepanjangan, melainkan kepemimpinan yang mampu mempersatukan seluruh warga nahdliyin," ucap Khalilur.
Diketahui, Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. Jadwal tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.