Dubes Rusia: Moskow Siap Capai Kesepakatan Damai dengan Ukraina

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. (Metrotvnews.com)

Dubes Rusia: Moskow Siap Capai Kesepakatan Damai dengan Ukraina

Muhammad Reyhansyah • 24 June 2026 18:05

Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan Rusia siap mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina dan mengklaim telah mendorong penyelesaian diplomatik sejak tahun pertama konflik berlangsung.

Menurut Dubes Tolchenov, Rusia dan Ukraina bahkan telah menyusun rancangan perjanjian damai beberapa bulan setelah perang pecah pada 2022. Namun, kesepakatan tersebut tidak pernah ditandatangani hingga kini.

"Sejak awal, sejak 2022, kami telah mengatakan bahwa kami siap untuk kesepakatan damai," kata Tolchenov dalam temu media di Jakarta, Selasa, 24 Juni 2026.

Ia mengatakan pada Maret hingga April 2022, tim perunding Rusia dan Ukraina telah berhasil menyusun rancangan perjanjian damai yang menurutnya sudah diparaf oleh kedua pihak dan tinggal menunggu proses penandatanganan.

Menurut Dubes Tolchenov, rancangan perjanjian tersebut masih dapat menjadi dasar untuk melanjutkan perundingan di masa mendatang.

Dubes Tolchenov menegaskan Moskow tetap membuka pintu dialog dengan Kyiv dalam berbagai bentuk guna mencari penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang disebut siap bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky apabila diperlukan untuk mendukung proses negosiasi.

"Ini bukan masalah. Kami siap untuk dialog dalam bentuk apa pun," ujarnya.

Penyelesaian Jangka Panjang

Meski demikian, Dubes Tolchenov menilai upaya perdamaian akan sulit terwujud apabila salah satu pihak tidak memiliki keinginan yang sama untuk mencapai kesepakatan.

Ia juga menuduh negara-negara Barat telah berperan dalam menghambat proses perdamaian yang sempat dibangun pada awal konflik.

Menurut dia, mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson turut mendorong Ukraina untuk melanjutkan perang sehingga rancangan kesepakatan damai yang telah dibahas pada 2022 tidak pernah terealisasi.

Dubes Tolchenov mengatakan Rusia tidak menginginkan kesepakatan yang hanya menghasilkan jeda sementara dalam konflik. Moskow, kata dia, menghendaki penyelesaian jangka panjang yang turut mempertimbangkan kepentingan keamanan nasional Rusia.

Ia menyebut sejumlah isu yang menurut Rusia perlu menjadi bagian dari perjanjian damai, antara lain status non-blok dan non-nuklir Ukraina, tidak adanya pangkalan NATO di wilayah Ukraina, perlindungan hak-hak warga berbahasa Rusia di Ukraina, serta penyelesaian persoalan wilayah yang saat ini menjadi sengketa antara kedua negara.

Baca juga:  Putin Nyatakan Rusia Siap Lanjutkan Perundingan Damai dengan Ukraina

(Willy Haryono)