Pramono Evaluasi Event Maraton di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.

Pramono Evaluasi Event Maraton di Jakarta

Anggi Tondi Martaon • 24 June 2026 16:23

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengevaluasi penyelenggaraan Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Evaluasi dilakukan imbas meninggal dunianya seorang peserta setelah diduga mengalami heat stroke.

“Memang betul ada yang meninggal satu orang karena diduga ada serangan jantung kepada yang bersangkutan, kemudian mengalami dehidrasi. Jadi tentunya kita akan memperbaiki hal itu terutama dalam hal perawatan dan juga ketersediaan kesehatan,” ujar Pramono dikutip dari Antara, Rabu, 24 Juni 2026.

Pramono menyebut Jakim sudah cukup memiliki ketersediaan ambulans hingga dokter dan perawat yang memadai dibandingkan ajang lari lainnya yang ditangani oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, tetap akan mengevaluasi kejadian tersebut agar tak terulang.

Adapun jumlah personel tim medis yang disiagakan pada BTN Jakim 2026 bertambah sekitar 35 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu. Penambahan itu dilakukan meski jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya.

Medical Director BTN Jakim, dokter Andhika Raspati, mengatakan peningkatan jumlah personel dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan selama perlombaan. 

Andhika menjelaskan, tim medis BTN Jakim 2026 beranggotakan 257 personel yang disebar di 10 tenda medis, 21 ambulans, serta 40 titik mobile atau roaming medic di sepanjang rute perlombaan.

Menurut dia, seluruh personel terdiri atas tenaga kesehatan yang kompeten dan berpengalaman. Mulai dari dokter spesialis kedokteran olahraga, dokter spesialis anestesi, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Olahraga, dokter umum, fisioterapis, perawat, hingga paramedis terlatih.

Tim pendukung memberikan semangat kepada pelari BTN Jakim 2026. Metro TV/Rifda.

Selain itu, seluruh personel telah mengikuti pelatihan, briefing, serta persiapan operasional sebelum perlombaan berlangsung.

"Rencana kerja kami sudah disetujui oleh Technical Delegate dari Federasi World Athletics," kata Andhika.

Meski jumlah personel ditambah, Andhika mengakui tim medis menghadapi tantangan pada hari kedua penyelenggaraan BTN Jakim 2026. Sebab, terjadi lonjakan panggilan gawat darurat secara bersamaan di berbagai titik lintasan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut mengharuskan tim medis melakukan koordinasi dan penanganan secara simultan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan masing-masing pasien.

Akibatnya, pergerakan personel, termasuk ambulans, membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau seluruh lokasi yang memerlukan pertolongan.

(Anggi Tondi)