Udara Jakarta Memburuk, Pramono Instruksikan Dinkes Berikan Pelayanan Maksimal

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah). Foto: Metro TV/Nattasya.

Udara Jakarta Memburuk, Pramono Instruksikan Dinkes Berikan Pelayanan Maksimal

Nattasya Amani Vrazeti • 16 October 2026 17:50

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan rumah sakit dan puskesmas memberikan layanan maksimal kepada masrakat. Instruksi tersebut merespons memburuknya kualitas udara di Ibu Kota.

"Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) terutama rumah sakit dan juga Puskesmas, pembantu Puskesmas untuk mereka bersiap diri, memberikan bantuan sepenuhnya,” kata Pramono di kawasan Jakarta Utara, Jumat, 16 Oktober 2026.

DKI 1 itu menyampaikan Pemprov DKI Jakarta sudah menyiagakan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 fasilitas pembantu puskesmas.
 


"Untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca,” ungkap Pramono.

Pramono mengungkap kondisi udara di Jakarta dalam dua hingga tiga hari terakhir terus mengalami penurunan. Meski begitu, ia memilih fokus pada penanganan kesehatan warga dibandingkan berspekulasi mengenai penyebab memburuknya kualitas udara tersebut.

“Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini, dalam dua tiga hari ini, kondisi udara Jakarta mengalami kondisi yang memburuk,” ujar Pramono.


Ilustrasi polusi udara. Foto: MI/Usman Iskandar.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Jumat siang pukul 12.00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta tercatat berada di kategori tidak sehat. Angka konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta menyentuh 81 mikrogram per meter kubik atau 16,2 kali lipat di atas panduan tahunan WHO.

Pada Jumat pagi, Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta bahkan sempat menembus angka 186. Seiring tingginya tingkat polusi, masyarakat diimbau untuk memantau situs udara.jakarta.go.id serta konsisten mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

(Anggi Tondi)