Ratusan demonstran turun ke jalanan Belgia dalam memprotes tingginya biaya hidup. (Anadolu Agency)
Protes Tingginya Biaya Hidup, Ratusan Demonstran Turun ke Jalanan Belgia
Willy Haryono • 18 October 2026 08:48
Brussel: Kepolisian Belgia menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan ratusan demonstran di Brussel dan Liège pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di tengah aksi memprotes tingginya biaya hidup.
Situasi ini serupa dengan aksi unjuk rasa yang berujung bentrokan di negara tetangga Belgia, Prancis.
Dalam beberapa pekan terakhir, para pelajar sekolah menengah menggelar demonstrasi menentang kenaikan biaya pendaftaran universitas. Namun, Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menyebut kericuhan yang terjadi sebagai bentuk “kekerasan terorganisasi."
Menurut laporan jurnalis Agence France-Presse (AFP), polisi di Brussel menggunakan gas air mata untuk membubarkan kelompok anak muda di kawasan Bourse yang melemparkan botol dan benda lainnya ke arah aparat. Polisi mengatakan sekitar 10 orang ditangkap.
Sebelumnya, beberapa ratus orang berkumpul di dekat stasiun kereta api pusat Brussel setelah seruan aksi beredar di media sosial.
Otoritas kemudian mengizinkan berlangsungnya pawai demonstrasi. Namun, polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok yang melemparkan kembang api dan cairan mudah terbakar.
Sejumlah tempat sampah dan skuter listrik dibakar dalam kericuhan tersebut. Kantor Partai Sosialis juga menjadi sasaran perusakan.
Sementara di kota Liège, Belgia timur, polisi turut menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok demonstran yang lebih kecil. Kota tersebut sebelumnya juga mengalami bentrokan serupa sekitar 10 hari lalu.
Aksi di Brussel dan Liège berlangsung di tengah protes terkait biaya hidup dan biaya pendidikan, sementara pemerintah Belgia menyoroti dugaan kekerasan terorganisasi dalam kericuhan yang terjadi.
Baca juga: Macron Akui Keluhan Pelajar Prancis, Tuduh Demonstrasi Ditunggangi Kekuatan Politik