Visi Kapolri Suyudi Dinilai Tegak Lurus dengan Agenda Presiden Prabowo

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Foto: Antara.

Visi Kapolri Suyudi Dinilai Tegak Lurus dengan Agenda Presiden Prabowo

Siti Yona Hukmana • 8 October 2026 12:19

Jakarta: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membawa sejumlah visi memimpin Korps Bhayangkara. Visi Suyudi dinilai tegak lurus dengan agenda Presiden Prabowo Subianto.

Adapun, salah satu visi Suyudi ialah orientasi kebijakan keamanan yang berfokus pada kepentingan masyarakat. Arah kebijakan itu diyakini bergerak dalam garis pemerintahan yang sama dengan Istana.

"Bahwa kepemimpinan Polri di bawah Suyudi hendak bergerak dalam garis pemerintahan Presiden Prabowo," ujar Peneliti Kebijakan Publik dari Charles University Praha, Choirul Anam, dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2026.

Choirul menjelaskan keselarasan tersebut bukanlah sekadar bentuk loyalitas personal seorang Kapolri kepada Presiden yang mengangkatnya. Lebih dari itu, hal ini menunjukkan adanya penyatuan visi antara kebijakan di sektor keamanan nasional dengan agenda utama pemerintah.

Menurut Choirul, loyalitas yang ditunjukkan oleh institusi Polri saat ini berada pada level pengabdian kepada tujuan yang lebih besar. Merujuk kerangka klasik The Philosophy of Loyalty dari pemikir Josiah Royce (1908), loyalitas bukan sekadar kepatuhan kepada seseorang. 

"Loyalitas merupakan pengabdian yang sadar, praktis, dan konsisten kepada suatu tujuan yang dianggap lebih besar daripada kepentingan individual," ujar akademisi itu. 

Ilustrasi. Foto: MI.

Choirul menyebut dalam konteks pemerintahan saat ini, tujuan besar yang dimaksud adalah rakyat. Choirul menyoroti dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo selalu menegaskan pemimpin harus bekerja dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Semangat pengabdian dan prioritas kepada rakyat tersebut, lanjut Choirul, sangat sejalan dengan arah kepemimpinan baru di tubuh Korps Bhayangkara.

"Suyudi datang dengan bahasa yang senada (dengan Presiden), yakni 'Polisi Bersama Masyarakat'," ungkap Choirul.

(Siti Yona Hukmana)