Tren Makanan Sehat Buka Peluang Bisnis bagi Industri Oat

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Tren Makanan Sehat Buka Peluang Bisnis bagi Industri Oat

Ade Hapsari Lestarini • 7 October 2026 06:38

Jakarta: Perubahan pola hidup masyarakat ikut mengubah preferensi konsumsi produk makanan. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan rasa dan harga, tetapi juga aspek kepraktisan serta kandungan nutrisi dalam memilih makanan sehari-hari.

Perubahan tersebut membuka peluang bagi industri makanan untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup sehat. Salah satu kategori yang ikut berkembang adalah produk berbasis oat yang banyak digunakan sebagai menu sarapan.

Oat dapat diolah menjadi berbagai produk makanan, mulai dari oatmeal, *overnight oats*, hingga makanan yang dikombinasikan dengan buah, susu, yogurt, dan berbagai bahan lainnya. Fleksibilitas tersebut membuat oat dapat menyasar konsumen dengan kebutuhan dan pola konsumsi yang beragam.

Meningkatnya perhatian terhadap pola makan menjadi salah satu faktor yang mendorong produsen makanan menghadirkan pilihan produk dengan kandungan serat dan nutrisi. Oat, misalnya, mengandung serat larut beta-glukan. Kandungan tersebut menjadi salah satu atribut yang digunakan dalam komunikasi produk kepada konsumen yang mulai memperhatikan asupan serat dalam makanan sehari-hari.

Selain serat, oat mengandung sejumlah mikronutrien, antara lain vitamin B1, asam folat, fosfor, magnesium, mangan, seng, tembaga, dan zat besi. Dari sisi konsumsi, kepraktisan juga menjadi faktor penting. Produk oat dapat disiapkan dalam waktu relatif singkat sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memiliki aktivitas padat.

Perubahan preferensi tersebut membuat kategori makanan sehat tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup, tetapi juga menciptakan ruang bagi perusahaan makanan untuk mengembangkan produk dan format konsumsi baru.


Ilustrasi. Foto: Magnific.

 

 

Industri makanan menyesuaikan produk


Salah satu perusahaan yang masuk dalam kategori tersebut adalah Quaker. Perusahaan menawarkan sejumlah varian oat, mulai dari produk yang dapat disajikan dengan cepat hingga jenis oat yang membutuhkan proses memasak.

Marketing Manager Quaker Indonesia Shiera Maulidya mengatakan, konsumen dari berbagai kelompok usia mulai memperhatikan pilihan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

"Kami sadar banyak konsumen, mulai dari usia muda hingga produktif, yang semakin paham bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari pilihan-pilihan kecil setiap hari. Salah satunya adalah membangun kebiasaan sarapan yang lebih baik setiap pagi dengan pilihan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang, seperti rutin mengonsumsi oatmeal," ujar Shiera, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut dia, perubahan kebiasaan konsumsi tersebut menjadi bagian dari kampanye "Sobat KoLESSterol" yang dilakukan perusahaan untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Ia menilai konsistensi menjadi salah satu faktor dalam membangun kebiasaan konsumsi yang lebih sehat.

"Kunci dari pola hidup sehat adalah konsistensi. Masyarakat tidak perlu merasa menjaga kolesterol berarti harus berhenti menikmati makanan. Yang lebih penting adalah memahami pilihan makanan yang lebih baik dan menjadikannya bagian dari kebiasaan sehari-hari," kata dia.

Perubahan preferensi konsumen memberikan ruang bagi industri makanan untuk mengembangkan produk yang tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga menawarkan kepraktisan dan atribut nutrisi tertentu.

Oat memiliki fleksibilitas dari sisi pengolahan. Bahan tersebut dapat dikonsumsi sebagai menu sarapan maupun dikombinasikan dengan berbagai bahan lain sehingga dapat dikembangkan ke dalam beragam format produk. Bagi produsen, kondisi tersebut membuka peluang untuk memperluas segmen konsumen melalui inovasi produk, variasi kemasan, serta pengembangan cara konsumsi yang lebih praktis.

Di sisi konsumen, semakin banyaknya pilihan produk juga memberikan alternatif dalam menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari. Tren tersebut menunjukkan perubahan gaya hidup dapat menciptakan peluang baru bagi industri makanan. Produk yang mampu menggabungkan kepraktisan, kebutuhan nutrisi, dan preferensi konsumen berpotensi menjadi bagian dari perubahan pola konsumsi masyarakat.

(Ade Hapsari Lestarini)