PAM Jaya Cetak Dividen Rp 257 Miliar, Targetkan Laba Rp 1,258 Triliun pada 2026

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin. Foto: Dok. PAM Jaya.

PAM Jaya Cetak Dividen Rp 257 Miliar, Targetkan Laba Rp 1,258 Triliun pada 2026

Nattasya Amani Vrazeti • 4 November 2026 13:58

Jakarta: PT PAM Jaya (Perseroda) menyetorkan dividen Rp 257 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 2025. Penyerahan deviden itu dilakukan karena pengelolaan layanan air bersih di Ibu Kota diambil alih sepenuhnya oleh perseroda tersebut.

“Jadi bicara dividen. Sebenarnya ini bagian dari bahagianya kami, di mana kami memberikan sesuatu kepada Pemprov Jakarta,” kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, 4 November 2026. 

Setoran dividen tersebut meningkat 312,7 persen dibandingkan 2024, yaitu Rp 62,37 miliar. Arief mengatakan, peningkatan kontribusi tersebut terjadi setelah PAM Jaya mengambil alih pengelolaan air Jakarta dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra) pada 2023.

“Dulu kami belum bisa memberikan dividen saat tahun 2022. Tapi start 2023 (diambil alih) kemudian tahun 2024 kami sudah bisa memberikan dividen kepada Pemprov DKI Jakarta,” ujar Arief.
 


Untuk 2026, PAM Jaya merencanakan pembagian dividen sebesar Rp 230 miliar, meski Arief membuka kemungkinan nilai tersebut meningkat hingga akhir tahun.

Selain dividen, PAM Jaya juga menyetorkan pajak daerah sebesar Rp 16,67 miliar pada 2024, Rp 17,77 miliar pada 2025, dan Rp 18,02 miliar pada 2026. Sementara kontribusi retribusi daerah tercatat Rp396 juta pada 2024, Rp302 juta pada 2025, dan Rp94 juta pada 2026.

“Dividen diolah lagi untuk pastinya ke masyarakat,” ujar Arief.

Dari sisi kinerja keuangan, PAM Jaya mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,247 triliun pada 2023. Namun, laba PAM Jaya sempat turunmenjadi Rp 735 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi Rp 1,035 triliun pada 2025.

Hingga September 2026, laba bersih PAM Jaya telah mencapai Rp 790 miliar dengan target laba sebesar Rp 1,258 triliun pada akhir tahun. Target tersebut mengalami penyesuaian dari proyeksi awal Rp 1,2 triliun setelah adanya arahan dari Kepala BP BUMD DKI Jakarta terkait target yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.


Gedung PAM Jaya. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta.

“Dari Rp 1,2 triliun, kami bilang nego-nego dikit menjadi Rp 1,258 triliun. Tahun ini kami harus bisa achieve,” ungkap Arief. 

Di sisi pelayanan, PAM Jaya hingga September 2026 telah memiliki 1.222.484 pelanggan yang mencakup sekitar sembilan juta jiwa dengan cakupan pelayanan air perpipaan mencapai 83,27 persen.

Perseroan menargetkan cakupan pelayanan air perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2029 dengan jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dan kapasitas suplai air sebesar 32.159 LPS. Untuk mendukung target tersebut, PAM Jaya akan meningkatkan panjang jaringan pipa menjadi 16.234 kilometer yang didukung 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Arief berharap peningkatan kinerja keuangan dan pengembangan layanan perusahaan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta.

(Anggi Tondi)