Stabilitas Keuangan RI Terjaga pada Kuartal III-2026, Ini Tantangannya

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.

Stabilitas Keuangan RI Terjaga pada Kuartal III-2026, Ini Tantangannya

Ade Hapsari Lestarini • 3 November 2026 18:17

Jakarta: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal III-2026.

"Hasil asesmen KSSK menunjukkan stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III tetap terjaga dengan baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers KSSK, dilansir Antara, Selasa, 3 November 2026.

Suahasil menjelaskan, perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan yang tecermin pada pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan intermediasi keuangan yang terjaga.

Namun, ia mengatakan KSSK mencermati meningkatnya tekanan terhadap perekonomian Indonesia sejak memasuki Oktober 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi global, serta kebijakan moneter sejumlah negara yang cenderung ketat.

Sementara dari dalam negeri, pengetatan likuiditas turut menjadi perhatian. Selain itu, perkembangan pasar saham yang dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah ikut mewarnai kondisi pasar keuangan domestik.


Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
 

KSSK soroti arus modal keluar


KSSK juga menyoroti meningkatnya arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham seiring tekanan tersebut.

“Pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham itu juga mewarnai kondisi ekonomi kita. Meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus modal keluar dari pasar saham,” ujar dia dalam konferensi pers tersebut.

Meski menghadapi berbagai tantangan, KSSK menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas sistem keuangan. Respons kebijakan yang adaptif juga dinilai berperan dalam menjaga ketahanan perekonomian di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, KSSK akan terus melakukan asesmen yang bersifat forward-looking atau berorientasi ke depan terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.

KSSK juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan guna memitigasi dampak rambatan risiko global terhadap perekonomian Indonesia.

(Ade Hapsari Lestarini)