Harga Minyak Naik Dipicu Serangan Houthi-Arab Saudi

Ilustrasi. Foto: Unplash

Harga Minyak Naik Dipicu Serangan Houthi-Arab Saudi

Eko Nordiansyah • 14 October 2026 08:20

Houston: Harga minyak dunia naik pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Kenaikan ini karena kembali memanasnya pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman, sehingga memicu kekhawatiran lebih lanjut mengenai gangguan pasokan di Timur Tengah.

Harga minyak mentah secara umum naik, mengabaikan ekspektasi peningkatan pasokan dari kesepakatan pasokan diesel AS-Rusia baru-baru ini. Sementara itu, permusuhan yang terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina juga turut menopang harga minyak.

Dikutip dari Investing, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,55 persen menjadi USD94,66 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 0,6 persen menjadi USD105,96 per barel.

Serangan Houthi-Saudi memicu ketidakpastian pasokan

Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal ke Arab Saudi pada Selasa, menargetkan kota-kota besar serta fasilitas milik perusahaan negara Saudi Aramco.

Akibat serangan tersebut, otoritas Saudi menutup bandara internasional Riyadh setidaknya selama satu minggu.
(Ilustrasi. Foto: Dok Freepik)

Kelompok Houthi meningkatkan serangan mereka terhadap Arab Saudi pada awal Oktober sebagai respons atas dukungan kerajaan tersebut terhadap pasukan pemerintah dalam perang saudara yang kembali berkecamuk di Yaman.

Serangan mereka terhadap fasilitas Aramco dan kapal-kapal di Laut Merah menjadi perhatian utama pasar, mengingat hal tersebut berpotensi semakin mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah.

Pekan lalu, Trump mengatakan kepada wartawan, Washington mungkin akan bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang Houthi, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut.

Lalu lintas di Selat Hormuz terhambat

Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga tetap terhambat setelah laporan minggu ini menunjukkan adanya lebih banyak kapal yang terkena serangan rudal saat mencoba melintasi jalur perairan tersebut.

AS dan Iran masih berselisih mengenai pembukaan kembali jalur perairan tersebut, sementara Washington juga tampak merencanakan serangan lebih lanjut terhadap republik Islam itu.

Di sisi lain, perhatian tetap tertuju pada produksi minyak di wilayah pesisir Teluk AS, setelah kawasan tersebut dihantam badai yang menyebabkan lebih dari 60 persen kegiatan produksi dihentikan sementara.

(Eko Nordiansyah)