Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Bervariasi, Laporan Laba Bank dan Inflasi Dinanti
Eko Nordiansyah • 13 October 2026 08:30
New York: Wall Street berakhir variatif pada Senin, 12 Oktober 2026 waktu setempat. Para investor menantikan pekan penting yang akan diwarnai oleh data inflasi dan laporan kinerja keuangan kuartalan dari bank-bank besar AS.
Saham-saham sebelumnya mencatatkan kenaikan mingguan yang solid, terutama didorong oleh ekspektasi akan musim laporan laba yang kembali kuat. Pasar ekuitas juga terbantu oleh berhentinya aksi jual tajam yang terus-menerus di pasar obligasi AS; pasar obligasi sendiri tutup pada Senin untuk memperingati hari libur Columbus Day.
Sementara itu, harga minyak naik menyusul serangkaian perkembangan sejak Jumat di Timur Tengah serta dalam perang antara Rusia dan Ukraina.
Dikutip dari Investing, Selasa, 13 Oktober 2026, indeks acuan S&P 500 turun tipis 0,1 persen dan ditutup pada level 7.807,36 poin, sedangkan indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,4 persen dan berakhir di level 27.245,90 poin. Indeks saham unggulan Dow Jones Industrial Average naik 0,4 persen dan ditutup pada level 51.850,31 poin.
Sektor teknologi S&P 500 turun
Micron melemah 3,9 persen di tengah berbagai hambatan. Produsen cip memori asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT), melaporkan kemajuan dalam desain DRAM generasi berikutnya yang dapat meningkatkan kepadatan penyimpanan dan memperketat persaingan dengan produsen cip asal Korea Selatan.Selain itu, Micron menghadapi potensi aksi mogok kerja di Taiwan. Wilayah tersebut merupakan tulang punggung produksi DRAM dan memori high-bandwidth bagi perusahaan chip memori ini, dengan sekitar 15 ribu pekerja yang beroperasi di lokasi perusahaan di Taoyuan dan Taichung.
Kenaikan sebesar 3,4 persen pada saham kelas A Meta Platforms turut meredam penurunan di sektor teknologi sekaligus mendorong kinerja sektor layanan komunikasi dalam indeks S&P 500.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Kenaikan ini terjadi menyusul peluncuran model AI "Muse Wonder" dan "Muse Wonder Full" oleh Meta pada hari Senin; perusahaan menyebutnya sebagai model paling canggih yang dirancang untuk tugas-tugas pribadi maupun profesional.
Meta meluncurkan model Muse awal pada September, dan tak lama kemudian, agen AI pribadi tersebut dengan cepat menjadi aplikasi gratis terpopuler di platform seperti Apple App Store. Antusiasme dan respons positif terhadap agen AI ini turut mendorong lonjakan harga saham Meta sebesar 26,7 persen pada bulan lalu.
Di sisi lain, saham Salesforce naik 2,1 persen dan memberikan dorongan bagi indeks blue-chip Dow, setelah Bank of America menaikkan peringkat saham penyedia perangkat lunak korporat tersebut sebanyak dua tingkat, dari Underperform menjadi Buy (Beli).
Musim laporan keuangan jadi ujian krusial bagi Wall Street
Terlepas dari pergerakan saham yang signifikan pada Senin, para pelaku pasar minggu ini bersiap menghadapi musim laporan keuangan kuartal ketiga (Q3). Musim ini akan dimulai secara intensif dengan rilis laporan dari perusahaan-perusahaan terbesar di industri perbankan AS.JPMorgan, Goldman Sachs, Wells Fargo, dan Citi dijadwalkan merilis laporan pada hari Selasa, disusul oleh Bank of America dan Morgan Stanley pada Rabu. Laporan-laporan tersebut akan dicermati dengan saksama, terutama setelah gejolak pasar obligasi AS baru-baru ini yang mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (Treasury) ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Metrik perbankan yang krusial, seperti pendapatan bunga bersih (net interest income), akan menjadi sorotan utama. Data ini akan memberikan gambaran mengenai bagaimana lembaga keuangan menghadapi tingkat imbal hasil yang tinggi.
Selain itu, cadangan kerugian kredit dan tingkat penghapusan kredit (charge-off rates) akan mengungkap apakah rumah tangga di AS mulai tertekan oleh tingginya biaya pinjaman atau justru masih mempertahankan ketahanan daya beli mereka.
Selain bank-bank besar, perusahaan ternama lainnya seperti UnitedHealth, Johnson & Johnson, dan Domino’s Pizza juga akan melaporkan kinerja kuartalan mereka minggu ini.
Di samping laporan laba, kalender ekonomi AS juga akan menjadi sorotan minggu ini, terutama setelah data terbaru memicu penyesuaian drastis terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Para pedagang akan menerima laporan indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) September, masing-masing pada Rabu dan Kamis.