Donald Trump, Volodymyr Zelensky, Vladimir Putin. (CNN)
Apa Isi Proposal 28 Poin Gencatan Senjata Ukraina-Rusia Donald Trump?
Riza Aslam Khaeron • 21 November 2025 11:43
Jakarta: Sudah lebih dari 3 tahun berlalu sejak perang Ukraina dimulai, proses negosiasi perdamaian melaju ke tahap yang baru.
Upaya demi upaya telah dilalui kedua pihak yang sedang berperang saat ini dengan mediasi negara-negara pihak ketiga.
Namun sejauh ini, upaya-upaya tersebut nihil membuahkan hasil.
Pada hari Kamis, 20 November 2025, Gedung Putih mengumumkan telah merancang draf proposal 28 poin perdamaian yang baru dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang juga dilaporkan disusun secara rahasia dengan Rusia.
Masih belum diketahui isi yang pasti terkait draf tersebut. Namun, media-media asing termasuk Reuters melaporkan bahwa rencana tersebut akan melibatkan Ukraina menyerahkan wilayah-wilayah mereka yang akan menguntungkan Kremlin. Namun, terdapat satu media yang telah melaporkan isi penuh draf tersebut.
Melansir The Telegraph, berikut isi lengkap 28 poin draf perdamaian Trump:
- AS akan menerima kompensasi atas jaminan ini.
- Jika Ukraina menyerang Rusia, jaminan dibatalkan.
- Jika Rusia menyerang Ukraina, akan ada respons militer terkoordinasi, sanksi global diberlakukan ulang, dan keuntungan dari kesepakatan ini dicabut.
- Jika Ukraina menembakkan rudal ke Moskow atau St. Petersburg tanpa alasan sah, jaminan dibatalkan.
- Pembentukan Dana Pembangunan Ukraina untuk investasi di sektor teknologi, pusat data, dan AI.
- Kerja sama AS-Ukraina membangun dan mengelola infrastruktur gas Ukraina.
- Rehabilitasi kota dan pemukiman terdampak perang.
- Pembangunan infrastruktur.
- Ekstraksi sumber daya mineral dan alam.
- Paket pembiayaan khusus dari Bank Dunia untuk mempercepat pemulihan.
- Sanksi akan dicabut bertahap dan kasus per kasus.
- Kerja sama ekonomi jangka panjang AS-Rusia di bidang energi, logam tanah jarang, AI, dan lainnya.
- Rusia akan diundang kembali ke G8.
- $100 miliar dialokasikan untuk rekonstruksi Ukraina, AS mendapat 50% keuntungan.
- Eropa menambahkan $100 miliar.
- Dana tambahan untuk proyek bersama AS-Rusia.

Gambar: Peta wilayah Ukraina saat ini. (ISW via the Telegraph)
- Ukraina mengadopsi aturan EU soal toleransi agama dan perlindungan minoritas bahasa.
- Kedua negara akan menghapus diskriminasi dan menjamin hak media dan pendidikan Rusia-Ukraina.
- Ideologi Nazi dilarang total.
| Baca Juga: Zelensky Siap Negosiasi dengan Trump Terkait Proposal Perdamaian Baru |
- Krimea, Donetsk, dan Luhansk diakui de facto sebagai bagian dari Rusia.
- Kherson dan Zaporizhzhia dibekukan sesuai garis kontak.
- Rusia akan menyerahkan wilayah lain di luar lima oblast.
- Ukraina akan menarik pasukan dari Donetsk yang dikuasai, menjadi zona demiliterisasi netral.
- Pertukaran tahanan dan jenazah "semua untuk semua".
- Pemulangan warga sipil, sandera, dan anak-anak.
- Program reunifikasi keluarga.
- Bantuan bagi korban konflik.
Isi draf ini, jika benar, akan menjadi sangat menguntungkan Rusia dengan mendapatkan wilayah-wilayah Ukraina Timur yang berulang kali ditolak pihak Kyiv untuk dilepaskan.
Namun, perlu di ingat bahwa isi pasti dari draf tersebut belum dipublikasikan dan Gedung Putih telah menyangkal akan meliputi penyerahan wilayah Ukraina untuk Rusia.