Gus Yahya Harap Muktamar PBNU Tak Jadi Batu Loncatan untuk Pemilu

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf. Foto: Istimewa.

Gus Yahya Harap Muktamar PBNU Tak Jadi Batu Loncatan untuk Pemilu

Anggi Tondi Martaon • 13 May 2026 17:32

Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menggelar Muktamar. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berharap pelaksanaan forum tertinggi di lingkungan organisasi itu tidak dijadikan sebagai ajang batu loncatan untuk pemilihan umum (Pemilu) 2029.

“Bahwa muktamar ini tidak menjadi ajang semacam batu loncatan untuk Pemilu 2029,” ujar Gus Yahya dikutip dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.

Gus Yahya mengatakan pesan tersebut telah berulang kali disampaikan selama hampir lima tahun kepemimpinannya di PBNU. Dia akan mengupayakan agar muktamar tidak dimanfaatkan sebagai arena untuk kepentingan politik elektoral.

Terkait mekanisme pencalonan dalam Muktamar, ia menyebut tidak ada kewajiban bagi calon untuk mundur dari jabatan struktural. Terutama di pemerintahan. 

Namun demikian, terdapat aturan mengenai larangan rangkap jabatan yang harus diperhatikan. “Yang jelas ada larangan rangkap jabatan dalam soal itu,” ungkap Gus Yahya.

Ia menegaskan, untuk bisa meyakinkan layak untuk dipilih, maka calon tersebut mesti memperlihatkan kelayakannya dan memastikan bahwa tidak ada hambatan yang dapat memengaruhi proses pencalonannya.

Saat ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar diisukan tengah didorong untuk maju sebagai kandidat calon ketua umum PBNU. Di sisi lain, Gus Yahya juga mengisyaratkan akan kembali maju untuk menuntaskan janji saat muktamar di Lampung.

Ilustrasi Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Medcom.id.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat pleno pada 21 Mei 2026. Rapat tersebut digelar untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.

“Panitia sudah disahkan, hari ini ada rapat pertama panitia. Rais Aam sudah setuju untuk kita selenggarakan pleno tanggal 21 Mei nanti. Itu nanti untuk memutuskan waktu dan tempat Munas Kombes,” ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Hasil penyelenggaraan Munas dan Konbes ini yaitu akan menentukan kapan dan di mana penyelenggaraan forum tertinggi PBNU, Muktamar, digelar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)