7 Rumah Semipermanen di Pinggir Rel Kereta Api Pademangan Habis Terbakar

Sebanyak tujuh rumah semipermanen yang dijadikan lapak pengepul barang bekas di Jalan Pademangan 4, Gang 8, RT 08/ RW 02 Pademangan Timur, Jakarta Utara, pada Selasa, 20 Januari 2026. Metrotvnews.com/Yurike

7 Rumah Semipermanen di Pinggir Rel Kereta Api Pademangan Habis Terbakar

Yurike • 20 January 2026 14:45

Jakarta: Sebanyak tujuh rumah semipermanen yang dijadikan lapak pengepul barang bekas di Jalan Pademangan 4, Gang 8, RT 08/ RW 02 Pademangan Timur, Jakarta Utara, pada Selasa, 20 Januari 2026, siang. Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah.

Warga setempat, Mulyono, mengaku mendengar tetangga teriak minta tolong karena ada api yang membakar barang-barang bekas yang bertumpuk. Saat dia keluar, api sudah membesar dan terdengar ledakan.

"Awalnya tadi ada ibu-ibu teriak teriak minta tolong, api sudah gede, jadi nggak bisa diatasin. Awal api dari barang-barang bekas, kardus, botol, karet-karet bekas. Jadi api besar lalu ada ledakan. Yang habis ya rongsokan, rumah, motor, sepeda, AC bekas juga ada," kata Mulyono di lokasi, Selasa, 20 Januari 2026.
 

Baca Juga: 

Kebakaran Tambora, 64 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal



Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Buang Miharja, memastikan ada delapan penghuni yang selamat dalam peristiwa ini.

Buang mengatakan korsleting pada colokan listrik di salah satu rumah menimbulkan percikan api, serta merembet ke toko AC dan tumpukan barang bekas.

"Warga melihat percikan api di salah satu lokasi limbah, itu percikan merembet menjadi besar menyala ke toko AC, langsung membesar apinya, langsung terbakar. Bangunan yang terbakar tujuh bangunan, empat KK, dengan penghuni delapan jiwa," kata Buang.

Bangunan berbahan kayu dan angin kencang membuat api semakin membesar. Petugas mengerahkan 16 mobil pemadam dengan jumlah personel 85 orang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)