Juru bicara PBB Farhan Haq. (Anadolu Agency)
PBB Soroti Kendala Bantuan Meski Gencatan Senjata Gaza Lewati Hari ke-100
Willy Haryono • 20 January 2026 07:16
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa operasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih terhambat berbagai kendala, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah melampaui 100 hari.
Mengutip Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut harus terus dipertahankan agar lebih banyak nyawa warga sipil dapat diselamatkan.
“Peningkatan skala bantuan kemanusiaan masih tertahan oleh berbagai pembatasan dan hambatan. Kondisi cuaca buruk baru-baru ini juga menghambat sebagian kemajuan yang telah dicapai,” kata Haq dalam konferensi pers, Senin.
Haq mengutip pernyataan World Food Programme (WFP) yang menegaskan rapuhnya situasi di Gaza, meski badan tersebut kini menjangkau lebih dari satu juta orang setiap bulan melalui distribusi paket pangan, roti, makanan siap saji, dan makanan sekolah. WFP menyebut upaya tersebut telah membantu menahan laju kelaparan di wilayah itu.
WFP menyerukan pembukaan jalur kemanusiaan tambahan yang aman dari Mesir dan Yordania, serta di sepanjang Jalan Salah ad-Din di dalam Gaza, guna meningkatkan volume bantuan dan mengurangi risiko keamanan.
Selain itu, PBB mengumumkan dimulainya putaran kedua kampanye imunisasi rutin susulan yang dipimpin oleh World Health Organization, UNICEF, dan UNRWA. Kampanye ini bertujuan melindungi anak-anak di bawah usia tiga tahun dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
Sebanyak 170 tim dikerahkan di hampir 130 fasilitas kesehatan, termasuk tujuh tim keliling untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Putaran ketiga kampanye imunisasi direncanakan berlangsung pada April mendatang.
Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, Haq mengatakan pasukan Israel memberlakukan jam malam terhadap sekitar 25.000 warga Palestina di sebagian wilayah H2 Hebron. Langkah tersebut disertai pengerahan besar-besaran kendaraan militer dan penembak jitu di atap bangunan, serta penutupan enam jalan internal.
Menurut Colonization and Wall Resistance Commission, sepanjang 2025 pemukim Israel ilegal melakukan sekitar 4.723 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat, menewaskan 14 orang dan memaksa pengungsian 13 komunitas Badui dengan total 1.090 jiwa.
Data resmi Palestina menunjukkan jumlah pemukim Israel di Tepi Barat mencapai sekitar 770.000 orang yang tersebar di lebih dari 180 permukiman dan 256 pos permukiman hingga akhir 2024. PBB kembali menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki ilegal menurut hukum internasional dan merusak prospek solusi dua negara.
Baca juga: Bayi 27 Hari Meninggal Dunia akibat Cuaca Dingin Ekstrem di Gaza