Satgas Polri: MBG Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. Antara.

Satgas Polri: MBG Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Muhammad Iqbal Sidiq • 25 May 2026 15:31

Jakarta: Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat penyesuaian baru dalam program andalan pemerintah ini. Selain fokus pada perbaikan nutrisi anak, kepolisian menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan program karena terbukti ampuh mendorong roda perekonomian di tingkat akar rumput.

"Karena tidak hanya memberikan asupan gizi kepada sasaran penerima, program MBG ini memberikan multiplier effect menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Kasatgas MBG Polri, Irjen Nurworo Danang, di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
 


Pernyataan tersebut merespons kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang memutuskan untuk memangkas operasional pelaksanaan Program MBG dari semula enam hari menjadi lima hari dalam seminggu. Langkah penyesuaian ini diambil demi menciptakan efisiensi anggaran negara.

"Kami mengubah pola yang semula asalnya pelayanan enam hari (hari Sabtu itu tidak masuk juga tetap diberikan), sekarang karena efisiensi anggaran kami berubah menjadi lima hari," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sonjaya.

Sony menjelaskan, konsep penyaluran makanan ini ke depan akan diselaraskan sepenuhnya dengan hari efektif saat para siswa mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Melalui kebijakan ini, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diklaim akan jauh lebih fleksibel.


Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. Antara.

Pihak BGN menambahkan, apabila terdapat hari libur nasional atau tanggal merah, maka distribusi paket makanan bergizi gratis pada hari tersebut akan otomatis ditiadakan.

Kendati mengalami efisiensi dari segi waktu, Satgas MBG Polri bersama pemerintah menjamin bahwa esensi dasar dan dampak positif yang masif dari program jaminan gizi ini akan tetap terjaga bagi masyarakat luas serta ekosistem pelaku usaha lokal yang terlibat di dalamnya.

(Fachri Audhia Hafiez)