Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metro TV/Iqbal.
Pemkot Jaksel Terima Sapi Limosin Bobot 1,1 Ton dari Prabowo
Anggi Tondi Martaon • 28 May 2026 16:59
Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menerima sapi kurban jenis limosin berbobot 1,1 ton dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut disembelih langsung oleh Wali Kota Jaksel Muhammad Anwar di halaman Masjid Darul Jannah, Kamis, 28 Mei 2026.
Pemotongan hewan kurban tersebut dilakukan secara higienis dengan pengawasan kesehatan ketat. Hal itu dilakukan untuk memastikan daging layak dikonsumsi masyarakat.
"Semoga Bapak Presiden sehat, panjang umur, dan berkah bagi kami yang melaksanakannya,” kata Anwar, dikutip dari Antara, Kamis, 28 Mei 2026.
Anwar menyembelis sapi bantuan Prabowo tersebut golok andalan jenis Sorenan Betawi yang telah disiapkan panitia. Penyembelihan dipotong terakhir di lingkungan Pemkot Jaksel.
Anwar mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan tahun ini mencapai 31 ekor sapi dan 60 ekor kambing atau domba. Proses pemotongan hingga penyaluran daging kurban dipastikan dilakukan secara higienis dan memperhatikan aspek lingkungan.
Daging kurban dikemas menggunakan bongsang, sementara limbah seperti darah dan jeroan langsung dikubur untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Anwar menambahkan, pihaknya menyiapkan sebanyak 2.500 paket daging kurban yang akan dibagikan kepada mustahik, PJLP, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Ilustrasi daging kurban. Foto: Antara.
“Terkait dagingnya, jika ada terindikasi negatif, maka akan kita periksa dulu untuk memastikan dagingnya sehat dan bisa dibagikan. Jangan sampai niat baik kita berkurban, justru kita berikan daging yang tidak sehat sehingga berdampak pada penyakit bagi keluarga mereka,” ucap dia.
Ia berharap, tata cara pemotongan hewan kurban yang diterapkan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dapat terus dijalankan dan menjadi contoh bagi masyarakat. Khususnya dalam pengelolaan limbah agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menjelaskan, hasil pemeriksaan hewan kurban baik antemortem maupun postmortem di lokasi pemotongan hanya menemukan sekitar 1,5 bagian hati sapi yang harus diafkir karena terindikasi cacing hati atau Fasciola hepatica.
“Jadi, kita periksa hewan kurban itu dari mereka masih hidup, terkait fisik dan lainnya. Kemudian, saat mati, kita periksa organnya, mulai dari hati, paru dan lainnya. Intinya kita pastikan ini layak semuanya untuk dikonsumsi,” kata Ridho.