Penandatanganan Mou antara KEK Industropolis Batang dengan JPEN. Foto: dok Istimewa.
KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW
Husen Miftahudin • 28 February 2026 10:48
Batang: PT Kawasan Industri Terpadu Batang selaku pengelola KEK Industropolis Batang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) dalam rangka penguatan layanan keandalan dan kualitas catudaya (Reliability and Quality Power) serta pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di kawasan industri strategis nasional tersebut.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memastikan pasokan listrik 24 jam tanpa gangguan bagi tenant industri, sekaligus memperkuat transformasi kawasan menuju ekosistem industri berbasis energi terbarukan yang kompetitif di tingkat nasional dan global.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang A.A. Putu Ngurah Wirawan menegaskan penguatan sektor energi merupakan fondasi utama dalam membangun kawasan industri modern dan berkelanjutan.
"Kawasan industri tidak bisa hanya bergantung pada penyewaan lahan. Kami membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui pengelolaan utilitas seperti listrik, gas, dan pengolahan limbah sebagai sumber recurring income. Kehadiran JPEN melengkapi kesiapan infrastruktur energi yang andal bagi investor di KEK Industropolis Batang," ucap Wirawan dikutip dari siaran pers, Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menambahkan, penguatan sektor energi ini merupakan bagian dari strategi kawasan dalam menghadirkan kepastian operasional, efisiensi biaya jangka panjang, serta standar industri berkelanjutan bagi investor nasional maupun global.
| Baca juga: Genjot Daya Saing SDM, KEK Batang Kirim Ratusan Pekerja ke Tiongkok |
Perkuat stabilitas sistem kelistrikan
Direktur Utama JPEN Dwi Budi Sulistiyana, menyampaikan kolaborasi ini merupakan sinergi strategis antara BUMD energi dan kawasan industri nasional. "Kami menyambut kerja sama ini dengan optimisme. JPEN akan menyiapkan blueprint pengembangan energi terintegrasi, termasuk penyediaan listrik 24 jam yang andal dan berkualitas tinggi," sebut dia.
"Ke depan, kami merencanakan pengembangan investasi EBT hingga 180 MW berbasis energi baru terbarukan, yang bersumber dari pembangkit tenaga surya (solar panel), tenaga bayu (angin), serta potensi energi gelombang laut," tambah Dwi Budi menjelaskan.
Menurut dia, diversifikasi sumber energi terbarukan tersebut akan memperkuat stabilitas sistem kelistrikan kawasan sekaligus meningkatkan daya saing industri Jawa Tengah menuju standar premium industrial estate yang berorientasi pada keberlanjutan.

(Penandatanganan Mou antara KEK Industropolis Batang dengan JPEN. Foto: dok Istimewa)
Jadi referensi pengembangan kawasan industri lain
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan KEK Industropolis Batang merupakan etalase investasi Provinsi Jawa Tengah sekaligus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Kawasan ini harus memiliki daya saing nasional dan global. Investor hari ini mencari kepastian pasokan dan energi terbarukan. Jawa Tengah menargetkan bauran energi terbarukan 22 persen, dan kawasan industri harus menjadi garda terdepan implementasinya," tegas dia.
Menurut Luthfi, MoU ini harus segera ditindaklanjuti agar menjadi ikon kawasan industri berbasis green economy di Jawa Tengah dan mampu menjadi referensi pengembangan kawasan industri lainnya.
Dengan penguatan infrastruktur energi yang andal dan berorientasi pada keberlanjutan, KEK Industropolis Batang semakin mengukuhkan posisinya sebagai green industrial hub di Jawa Tengah dan magnet investasi strategis di Indonesia.