CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.
PSEL Bogor Raya 1 Kelola 500 Ribu Ton Sampah/Tahun, Pasok Listrik ke 100 Ribu Rumah
Husen Miftahudin • 17 September 2026 09:55
Bogor: Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 dirancang untuk memberikan dampak terhadap pengelolaan sampah, penyediaan energi hijau, dan penguatan ekonomi lokal.
CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan proyek tersebut dikembangkan dengan mengacu pada standar lingkungan, termasuk Industrial Emissions Directive (EU-IED).
"PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan hidup, Industrial Emissions Directive atau EU-IED," kata Pandu dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kamis, 17 September 2026.
Pandu menyampaikan, PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun. Kapasitas tersebut diproyeksikan setara dengan sekitar 45 persen dari timbulan sampah yang dapat diolah di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Dari sisi lingkungan, proyek ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen. PSEL Bogor Raya 1 juga ditargetkan mengurangi emisi karbon hingga sekitar 640 ribu ton setara karbon dioksida (CO2) per tahun.
Baca Juga :
Danantara Resmikan Pembangunan PSEL Bogor Raya 1

(CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV)
Hasilkan energi hijau
Selain menangani persoalan sampah, PSEL Bogor Raya 1 akan menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah. Pandu mengatakan energi hijau yang dihasilkan proyek tersebut diproyeksikan mampu memasok kebutuhan listrik lebih dari 100 ribu rumah tangga di wilayah Bogor Raya.
"Ini juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari TPA hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO2 per tahun. Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100 ribu rumah masyarakat Bogor Raya," papar Pandu.
Dari sisi ekonomi, pembangunan PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun. Proyek tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja. Selain itu, keberadaan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen.
Pandu mengatakan persoalan sampah tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan saat ini, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
"Sebagai penutup, permasalahan sampah tidak hanya memengaruhi kehidupan kita sekarang, tetapi juga masa depan anak kita. Mari berkolaborasi bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah," tutup Pandu.