CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.
Danantara Resmikan Pembangunan PSEL Bogor Raya 1
Husen Miftahudin • 17 September 2026 09:50
Bogor: Danantara Investment Management meresmikan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 yang berlokasi di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ini menjadi bagian dari upaya menangani persoalan sampah di Indonesia.
CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan pengembangan proyek PSEL dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait sejak terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.
"Danantara bergerak cepat dan profesional untuk mengatasi darurat sampah di Indonesia, termasuk di Bogor, sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025," kata Pandu dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor, Kamis, 17 September 2026.
Pandu menjelaskan, proses pengembangan PSEL Bogor Raya 1 telah melalui sejumlah tahapan sejak awal 2026. Tahapan tersebut dimulai dengan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) pada Maret 2026. Selanjutnya, perjanjian kerja sama (PKS) ditandatangani pada April 2026.
Pada Mei 2026, proyek tersebut kemudian ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini, proyek PSEL Bogor Raya 1 memasuki tahapan penting dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik.
"Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia yang dilanjutkan di Bogor Raya setelah kita melakukan di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir," tegas Pandu.
Libatkan lebih dari 60 tenaga ahli
Dalam proses seleksi dan pengembangan proyek, Danantara melibatkan tenaga ahli dan profesional dari berbagai bidang. Pandu mengatakan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dengan beragam latar belakang terlibat dalam proses tersebut.
Tim yang dilibatkan memiliki pengalaman dalam pengembangan proyek PSEL di berbagai negara, termasuk kawasan Asia Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah.
Pengalaman tersebut mencakup proyek PSEL di Malaysia, Thailand, Tiongkok, dan Australia. Sejumlah tenaga ahli juga memiliki pengalaman proyek serupa di Irlandia dan Jerman, serta kawasan Timur Tengah, termasuk Kuwait.
Selain pengalaman internasional, sejumlah anggota tim juga memiliki pengalaman dalam pengembangan proyek PSEL di Indonesia.

(CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV)
Tekankan tata kelola
Pandu menegaskan keterlibatan tim Danantara dan tenaga ahli independen dilakukan untuk memastikan proses pemilihan dan pengembangan proyek berjalan dengan tata kelola yang baik.
Tim tersebut memiliki keahlian dalam berbagai aspek, mulai dari teknis dan operasional, hukum, finansial, hingga lingkungan.
"Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik serta dilakukan secara profesional, didukung oleh berbagai keahlian, seperti keahlian teknis operasional, hukum, finansial, dan lingkungan," ucap Pandu.