Danantara Perkuat Transisi Energi Bersih di Berbagai Daerah

Ilustrasi pengelolaan sampah. Foto: dok Metrotvnews.com

Danantara Perkuat Transisi Energi Bersih di Berbagai Daerah

Andika Fauzan Azhari • 8 September 2026 18:44

Jakarta: Danantara Indonesia bersama BUMN terus mendorong transisi energi hijau di Tanah Air. Lewat serangkaian inisiatif energi bersih berkelanjutan, langkah ini dihadirkan untuk memperluas akses listrik, menekan emisi karbon, hingga mengoptimalkan pengelolaan sampah lokal di berbagai penjuru negeri.
 
Pemanfaatan energi bersih ini mencakup sejumlah proyek strategis di berbagai kawasan. Mulai dari Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali dan Bekasi, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rengit, Bangka Belitung, hingga program Desa Energi Berdikari di TPS 3R Gosari, Bantul.
 
Danantara menilai, percepatan transisi energi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, inovasi, serta langkah nyata yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
 
Melansir laman media sosial Danantara, Selasa, 8 September 2026, di Bali, keberhasilan program PSEL Denpasar Raya menjadi salah satu cerminan komitmen tersebut. Pasokan energi hijau dari fasilitas ini kini sudah dinikmati lebih dari 100 ribu rumah tangga.
 
Selain memproduksi listrik, pengelolaan limbah ini mampu menekan emisi sampah TPA hingga 80 persen atau setara 640 ribu ton CO2 per tahun, sekaligus mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah tahunan secara produktif.
 

 

Perluas pasokan energi

 
Langkah serupa dijalankan PLN melalui pembangunan PLTS di Pulau Rengit, Bangka Belitung. Kehadiran fasilitas ini membuat 44 kepala keluarga kini bisa mengakses aliran listrik ramah lingkungan.
 
Operasional PLTS ini tercatat menekan emisi karbon hingga 99,5 ton CO2 per tahun dan memangkas Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik sebesar Rp4.400 per kWh.
 
Di kawasan lain, Pertamina ikut mendorong transformasi energi terbarukan lewat program Desa Energi Berdikari di TPS 3R Gosari, Bantul.
 
Pemasangan PLTS berkapasitas 6,6 kWp ini berhasil memotong biaya operasional listrik pengelolaan TPS hingga 60 persen. Fasilitas ini juga mampu mengolah empat ton sampah per hari sekaligus menyerap 27 tenaga kerja dari warga lokal.


(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
 

Dorong transisi energi berkelanjutan

 
Rangkaian proyek ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai tambah melalui transformasi energi.
 
Upaya ini diharapkan bukan hanya memberi solusi instan saat ini, tetapi juga membentang fondasi lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

(Husen Miftahudin)