Rupiah. Foto: dok MI.
Kepercayaan Investor Dinilai Jadi Kunci Menjaga Kinerja Rupiah
Deny Irwanto • 12 June 2026 15:23
Jakarta: Dinamika nilai tukar rupiah dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional.
Pengamat politik, Ayip Tayana, menghargai penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, menurut dia, penguatan nilai tukar rupiah membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui kebijakan ekonomi yang terukur dan mampu membangun kepercayaan pasar.
"Rupiah ini tak akan menguat dengan ultimatum dari mahasiswa. Rupiah ini akan menguat dengan kepercayaan pasar, stabilitas politik, dan kebijakan fiskal yang disiplin," kata Ayip yang juga Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional dalam keterangan pers dikutip, Jumat, 12 Juni 2026.
"Pasar keuangan ini sangat sensitif, dan kestabilan politik sangat berpengaruh. Investor akan melihat itu," jelas dia.
Rupiah. Foto: dok MI.
Bersatu memperkuat ekonomi nasional
Ayip menilai penyampaian aspirasi mahasiswa tetap relevan apabila ditujukan sebagai bentuk pengingat kepada pemerintah agar terus memperkuat kinerja ekonomi nasional. Namun, menurut dia, persoalan fluktuasi nilai tukar rupiah perlu dipahami dalam konteks ekonomi yang lebih luas.
Ia juga berpandangan, kondisi politik nasional saat ini masih berada dalam situasi yang stabil. Menurut Ayip, dukungan terhadap pemerintahan hasil Pemilu 2024 masih cukup kuat, sehingga tidak menunjukkan adanya persoalan legitimasi politik yang signifikan.
"Pemerintahan Prabowo-Gibran ini legitimasi elektoralnya masih kuat, sekitar 72 persen. Ditambah koalisi parpolnya besar sekali, hampir semuanya mendukung pemerintah. Dan tidak ada krisis legitimasi politik," ujarnya.
Lebih lanjut, Ayip berharap berbagai elemen masyarakat dapat terus berkontribusi melalui gagasan dan masukan yang konstruktif guna mendukung penguatan ekonomi nasional. Menurutnya, sinergi antara stabilitas politik, kebijakan ekonomi yang tepat, dan kepercayaan pasar akan menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.