Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.
Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI dalam Tata Kelola Kota
Anggi Tondi Martaon • 18 June 2026 13:54
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam tata kelola kota. Pemanfaatan itu bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dikutip dari Antara, Kamis, 19 Juni 2026.
Dalam Indonesia Summit 2026 The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age di Jakarta Selatan, Pramono menyampaikan daya saing kota pada era algoritma tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik. Kota harus mampu menyiapkan talenta, mendorong inovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat layanan publik serta efektivitas kebijakan.
“Karena itu, Pemprov DKI terus mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Pramono.
Pramono menyampaikan, capaian tersebut menjadi pijakan memperkuat daya saing Jakarta menuju target peringkat ke-20 kota global pada 2045. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi menuju kota global.
Inisiatif tersebut menjadi acuan agar program pembangunan, inovasi layanan, dan penguatan daya saing Jakarta berjalan lebih terarah.
“Inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global,” tutur Pramono.
Penerapan Teknologi dan AI Bertahap
Di sisi lain, Pramono memaparkan penerapan teknologi dilakukan secara bertahap pada sektor-sektor yang bersentuhan dengan kebutuhan warga. Mulai dari mobilitas, layanan publik, pengelolaan data spasial, penguatan ekonomi lokal, hingga tim pengendalian inflasi daerah (TPID).Selain itu, pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan dalam tata kelola kota. Misalnya melalui Intelligent Traffic Control System, JAKI, Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM. Pemanfaatan teknologi juga diterapkan oleh TPID untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Jakarta yang pada Mei 2026 tercatat 2,49 persen secara tahunan.
Dalam bidang mitigasi banjir, Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV. Perangkat tersebut terkoneksi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta.
(2).jpg)
DKI Jakarta. Foto: Medcom.id.
Sistem tersebut dapat dipantau masyarakat melalui laman resmi pantau banjir. Hal itu menjadi bagian dari dukungan pengambilan keputusan di lapangan.
“Sistem terintegrasi ini menjadi backbone bagi command center Dinas SDA (Sumber Daya Air) untuk mengambil keputusan cepat dan akurat terkait pengoperasian pintu air serta pompa secara real time, khususnya saat wilayah ibu kota memasuki status siaga musim hujan,” ungkap Pramono.
Tak hanya penguatan teknologi, transformasi Jakarta harus memastikan akses layanan publik yang semakin inklusif. Dalam sektor transportasi, konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen dan terus dikembangkan agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok rentan.
“Moda seperti MRT dan Transjakarta terus dikembangkan agar ramah terhadap penyandang disabilitas serta lansia,” imbuh Pramono.