Aipda I Gede Arya Suantara berjalan bersama anak-anak TPQ di Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. (Foto: Dok. Metro TV)
Mengenal Aipda Arya, Bhabinkamtibmas Hindu yang Menjaga Toleransi di Lombok Barat
Patrick Pinaria • 20 June 2026 16:00
Lombok Barat: Toleransi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu sosok yang mencerminkan nilai tersebut adalah Bhabinkamtibmas Desa Gontoran, Polsek Lingsar, Aipda I Gede Arya Suantara.
Sebagai anggota Polri yang beragama Hindu dan bertugas di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim, Aipda Arya dikenal karena kepeduliannya terhadap masyarakat tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Setelah menjalankan ibadah trisandya, Aipda Arya memulai aktivitasnya dengan menyambangi wilayah binaan di Desa Gontoran. Kegiatan sambang menjadi bagian dari tugas sehari-harinya sebagai Bhabinkamtibmas untuk menjaga keamanan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
Menurut Aipda Arya, saat pertama kali bertugas di Desa Gontoran, ia berupaya memahami kondisi dan kebutuhan warga. Dengan jumlah penduduk yang mayoritas Muslim, ia memilih membangun komunikasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa untuk mengetahui potensi serta kebutuhan yang ada.
Dari hasil komunikasi tersebut, ia mengetahui sejumlah anak yang belajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) membutuhkan sarana belajar. Berbekal niat membantu, pada 2016, ia mulai membeli Al-Qur'an dan Iqra menggunakan dana pribadi untuk disalurkan kepada anak-anak di desa tersebut.
"Awalnya saya melihat potensi yang ada di masyarakat. Setelah berdiskusi dengan tokoh-tokoh setempat, saya mengetahui kebutuhan anak-anak yang belajar mengaji. Dari situlah muncul ide untuk membantu menyediakan Al-Qur'an dan Iqra," ujar Aipda Arya dalam tayangan program Metro TV bertajuk 'Presisi Mengayomi-Detak Toleransi di Gumi Sasak', Jumat, 19 Juni 2026.
Dalam kunjungannya ke TPQ Al-Kasyim di Dusun Gontoran Lauk, Aipda Arya kembali menyerahkan bantuan berupa Al-Qur'an, Iqra, serta karpet untuk menunjang kegiatan belajar mengaji anak-anak.
Membangun toleransi sejak dini
Aipda I Gede Arya Suantara menyerahkan bantuan Al-Qur'an, Iqra, dan sarana belajar kepada anak-anak TPQ di Desa Gontoran sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan keagamaan masyarakat. (Foto: Dok. Metro TV)
Tidak hanya memberikan bantuan, Aipda Arya juga aktif menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda. Bersama pengajar TPQ, ia kerap mengajak anak-anak mengunjungi Pura Lingsar sebagai bagian dari edukasi keberagaman dan toleransi sejak usia dini.
Pengajar TPQ Al-Kasyim, M Ridwan, menilai kepedulian Aipda Arya menjadi teladan bagi masyarakat.
Menurutnya, selama bertugas di Desa Gontoran, Aipda Arya tidak hanya membantu TPQ melalui bantuan Al-Qur'an, karpet, dan tikar, tetapi juga aktif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, serta hadir dalam berbagai kegiatan sosial, keamanan, hingga penanganan bencana.
"Beliau benar-benar mengayomi masyarakat. Bukan hanya memperhatikan anak-anak TPQ, tetapi juga rutin berinteraksi dengan orang tua dan warga," kata M Ridwan.
Ia menambahkan, anak-anak di TPQ tidak pernah mempermasalahkan perbedaan agama dengan Aipda Arya. Justru hubungan yang terjalin berlangsung akrab karena nilai toleransi terus diajarkan dalam kegiatan pendidikan keagamaan.
Membantu tempat ibadah dan warga
Aipda I Gede Arya Suantara turut membantu pembangunan masjid di wilayah binaannya. Selain menjalankan tugas kepolisian, ia aktif mendukung kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas ibadah masyarakat. (Foto: Dok. Metro TV)
Semangat pengabdian Aipda Arya juga terlihat dari kepeduliannya terhadap pembangunan fasilitas ibadah. Saat mengunjungi Masjid Baiturrahman di Dusun Gelang Nyengget yang sedang direnovasi, ia menyerahkan bantuan semen untuk mendukung proses pembangunan.
Menurut Aipda Arya, bantuan serupa juga diberikan kepada sejumlah tempat ibadah lain di wilayah binaannya sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain bantuan material, ia juga kerap turun langsung membantu warga dalam berbagai kegiatan, termasuk pekerjaan pembangunan secara gotong royong.
Masyarakat pun tidak jarang mengandalkan kehadiran Aipda Arya untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan mereka.
Mendapat dukungan pimpinan
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko, mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan Aipda Arya dalam membina masyarakat.Saat melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Bhayangkara di Desa Gontoran, Kombes Hendro menyempatkan diri mengunjungi warga binaan yang sedang sakit untuk memberikan bantuan dan dukungan secara langsung.
Menurutnya, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi cara terbaik untuk memahami kondisi warga dan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Sementara itu, Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti menilai pendekatan yang dilakukan Aipda Arya menjadi contoh positif bagi para Bhabinkamtibmas lainnya.
"Beliau mengedepankan toleransi dan harmonisasi. Kepeduliannya terhadap masyarakat diwujudkan melalui berbagai kontribusi, mulai dari bantuan Al-Qur'an, sarana ibadah, hingga dukungan pembangunan masjid," ujar AKP Wiwin.
Ia menegaskan jajaran Polsek Lingsar mendukung berbagai terobosan positif yang dilakukan para Bhabinkamtibmas dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Berpegang pada nilai pengabdian
Sikap peduli yang ditunjukkan Aipda Arya tidak lepas dari nilai-nilai yang ditanamkan keluarganya sejak kecil.Ayah Aipda Arya, I Made Sumaryana, mengatakan putranya sejak kecil aktif mengikuti kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ia juga selalu menanamkan pesan agar mengabdi kepada negara dan masyarakat dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.
"Saya selalu berpesan agar bekerja dengan baik, melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, dan tidak mengharapkan balasan. Karena tugas sebagai pelindung dan pelayan masyarakat harus dijalankan dengan ikhlas," ujarnya.
Aipda I Gede Arya Suantara bergotong royong bersama warga dalam kegiatan pembangunan di lingkungan masyarakat sebagai wujud kedekatan dan pengabdian kepada warga binaannya. (Foto: Dok. Metro TV)
Di Desa Gontoran, seragam Bhayangkara yang dikenakan Aipda I Gede Arya Suantara tidak hanya menjadi simbol penegakan hukum, tetapi juga lambang kepedulian, toleransi, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui tindakan nyata yang dilakukan setiap hari, ia menunjukkan bahwa perbedaan dapat dirajut menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.