Ilustrasi tenaga kesehatan/Medcom.id
Siaga Campak Jakarta, Dinkes DKI Perketat Pemantauan
Farhan Zhuhri • 11 March 2026 12:09
Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta merespons peningkatan kasus campak di berbagai daerah. Menghadapi hal tersebut, pemantauan diperketat.
"Kami terus melakukan pemantauan melalui surveilans," kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati, dalam keterangan yang dikutip Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut dia, surveilans dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan munculnya kasus campak di Jakarta.
Menurut dia, beberapa fasilitas kesehatan ditetapkan sebagai lokasi surveilans untuk memantau penyakit dengan gejala serupa influenza atau Influenza Like Illness (ILI) serta Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Jika ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada campak, Dinkes akan langsung melakukan pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium untuk memastikan diagnosisnya.
“Nanti yang memang kami temukan bergejala akan kami cek di laboratorium. Sejauh ini untuk domisili Jakarta belum ada, tetapi di daerah sekitar Jakarta memang sudah mulai ada,” ujarnya.

Ilustrasi tenaga kesehatan/Istimewa
Ani mengingatkan kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian, terutama menjelang Lebaran ketika mobilitas dan interaksi masyarakat meningkat.
Menurut dia, kelompok yang paling rentan terpapar campak adalah anak-anak, khususnya bayi dan balita yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah.
“Bayi dan anak-anak harus kita jaga benar. Jangan sembarangan memegang atau mencium bayi dan balita karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani.