Presiden AS Donald Trump. (EPA)
Trump Klaim Iran Kalah Total dalam Perang dan Kini Ingin Buat Kesepakatan
Willy Haryono • 14 March 2026 16:38
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah “kalah total” dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kini telah memasuki hari ke-15.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu, 14 Maret 2026, Trump memuji kinerja militer Amerika Serikat dan menuduh media mengabaikan skala keberhasilan operasi militer tersebut.
“Media Fake News membenci melaporkan seberapa baik Militer Amerika Serikat melawan Iran, yang sudah benar-benar dikalahkan dan ingin membuat kesepakatan, tetapi bukan kesepakatan yang akan saya terima,” tulis Trump, dikutip dari India Today.
Pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan di Timur Tengah masih tinggi setelah dua pekan konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan.
Jumat kemarin, militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Pulau Kharg di Teluk Persia, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran. Trump mengatakan target militer di pulau tersebut telah dihancurkan, tetapi infrastruktur minyak sengaja tidak diserang untuk saat ini.
Namun ia memperingatkan bahwa fasilitas energi Iran dapat menjadi target berikutnya jika Teheran terus mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.
Konflik Meluas di Kawasan
Konflik juga telah meluas ke berbagai negara Teluk, dengan laporan serangan rudal dan drone di sejumlah wilayah.Iran melancarkan serangan ke Israel dan beberapa negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat, sementara pesawat tempur Israel dan AS terus menyerang target militer serta infrastruktur di Iran.
Sementara itu, Washington memperkuat kehadiran militernya di kawasan. Sekitar 2.500 Marinir tambahan bersama kapal serbu amfibi USS Tripoli dikerahkan ke Timur Tengah.
Pasukan tambahan tersebut mencakup elemen 31st Marine Expeditionary Unit, unit reaksi cepat yang dapat menjalankan operasi amfibi, melindungi kedutaan, mengevakuasi warga sipil, dan menangani krisis kemanusiaan.
Menurut Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, lebih dari 15.000 target di Iran telah diserang sejak konflik dimulai.
Pejabat Israel juga menyebut angkatan udara mereka menyerang lebih dari 200 lokasi dalam satu hari, termasuk peluncur rudal, sistem pertahanan udara, dan fasilitas produksi senjata.
Meski muncul kekhawatiran bahwa Selat Hormuz dapat tetap tertutup akibat konflik, pejabat Amerika mengatakan situasi jalur pelayaran di wilayah tersebut masih dapat dikendalikan.
Selain dampak militer, krisis kemanusiaan juga meningkat di kawasan.
Di Lebanon, serangan Israel yang menargetkan kelompok militan yang didukung Iran dilaporkan menewaskan hampir 800 orang dan memaksa sekitar 850.000 warga mengungsi.
Dengan serangan rudal yang terus berlangsung dan pengerahan militer yang meningkat, situasi di Timur Tengah masih sangat tidak stabil, meskipun Trump menyatakan Iran telah mengalami kekalahan besar dan sedang mencari jalan untuk berunding.
Baca juga: Operasi Epic Fury: Trump Nyatakan Menang, Iran Siapkan Kejutan Balasan