Kapolri: Diplomasi Presiden Prabowo Berhasil Tekan Tarif Dagang dengan AS

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Foto: ANTARA/HO-Divisi Humas Polri.

Kapolri: Diplomasi Presiden Prabowo Berhasil Tekan Tarif Dagang dengan AS

Aris Setya • 11 March 2026 20:48

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan keberhasilan diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah di tengah eskalasi konflik global yang kian memanas. Kapolri menyebut upaya diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) membuahkan hasil signifikan, dengan turunnya tarif hambatan dagang untuk komoditas dalam negeri.

Ia menekankan langkah strategis ini sangat krusial untuk menjaga napas industri nasional di tengah kelesuan ekonomi dunia. Jenderal Listyo mengungkapkan Presiden Prabowo terus melakukan langkah proaktif untuk menurunkan tensi perang dagang. Salah satu pencapaian nyata adalah penurunan tarif hambatan dagang dengan Amerika Serikat yang berdampak langsung pada daya saing produk Indonesia.

"Bapak Presiden melakukan upaya untuk menurunkan hambatan dagang dengan Amerika dari 32 persen menjadi 19 persen. Bahkan, setelah ada keputusan dari pengadilan di Amerika, angka tersebut turun lagi menjadi 15 persen. Alhamdulillah, satu beban besar sudah bisa kita lampaui," kata Listyo di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Tak hanya penurunan tarif secara umum, Kapolri menyoroti keberhasilan pemerintah dalam mengamankan kebijakan tarif ekspor 0 persen bagi ribuan komoditas unggulan Indonesia ke pasar internasional. Sektor-sektor padat karya menjadi perhatian utama dalam kebijakan ini.

"Beliau mendorong agar impor untuk komoditas tertentu tarifnya menjadi 0 persen. Ini berdampak signifikan terhadap industri sepatu, mebel, tekstil, semikonduktor, hingga 1.800 komoditas lainnya. Harapannya, di tengah situasi global yang sulit, industri kita tetap terjaga dan rekan-rekan pekerja tidak perlu dirumahkan," ungkap jenderal polisi bintang empat itu.

Kapolri menegaskan keberhasilan diplomasi luar negeri ini harus dibarengi dengan penguatan di dalam negeri melalui program hilirisasi. Ia menyebut pemerintah saat ini tengah mendorong 18 rencana hilirisasi strategis untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

Buka puasa bersama keluarga besar TNI-Polri, Rabu, 11 Maret 2026 di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan. Foto: Metro TV/Aris Setya

Jenderal Listyo mengajak seluruh jajaran TNI-Polri untuk terus mengawal dan menjaga stabilitas keamanan dan iklim investasi untuk memastikan agenda besar tersebut berjalan lancar. Menurutnya, kepercayaan pasar internasional sangat bergantung pada kondisi keamanan di tanah air.

"Modal dasar kita adalah stabilitas keamanan dan politik. TNI-Polri wajib mengawal dan mengamankan program-program strategis pemerintah agar Indonesia bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri di tengah krisis global," ujar Kapolri.

Adapun, pernyataan ini disampaikan Kapolri dalam acara buka puasa bersama TNI-Polri. Hadir dalam acara ini di antaranya Menteri Pertahanan (Mehhan) Sjafrie Sjamsoedin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, sejumlah wakil menteri Kabinet Merah Putih, hingga jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)