Longsor di pengelolaan sampah terpadu Bantargebang. Foto: Antara
Bantargebang Longsor, Pemprov DKI Kebut Normalisasi Pengelolaan Sampah
Farhan Zhuhri • 10 March 2026 17:43
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya memulihkan operasional pengelolaan sampah. Hal ini merespons longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang.
Pemprov DKI menargetkan sistem pengelolaan sampah Ibu Kota kembali normal dalam waktu satu pekan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan fokus utama saat ini adalah membersihkan material longsoran sekaligus menata kembali area terdampak di Zona 4A yang menjadi lokasi insiden.
“Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian,” kata Asep dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 10 Maret 2026.
Material longsoran yang menyumbat aliran sungai di sekitar lokasi dipindahkan ke area penimbunan, yakni Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar. Langkah ini dilakukan agar aliran air kembali lancar dan tidak lagi meluap hingga ke badan jalan di sekitar kawasan TPST.

Longsor di pengelolaan sampah terpadu Bantargebang. Foto: Antara
DLH juga menyiapkan perbaikan turap kali di dua titik yang terdampak luapan air. Penanganan ini dinilai penting untuk memastikan stabilitas infrastruktur di sekitar area pembuangan sampah sekaligus mencegah gangguan baru di tengah proses pemulihan.
"Di sisi operasional, aktivitas penataan timbunan sampah difokuskan di Zona 3 Kepala Burung dan Zona 4 Besar untuk meminimalkan potensi longsor susulan," ujarnya.
Sementara itu, pelayanan pembuangan sampah Jakarta tetap berjalan melalui tiga zona aktif, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.
Jika penataan di Zona 4 Besar rampung, area tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton sampah per hari.