Mensos dan Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di Curug untuk Anak Jalanan

Mensos Saifullah Yusuf, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan Sekolah Rakyat rintisan di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) di Curug, Kabupaten Tangerang. (metrotvnews.com/Hendrik S)

Mensos dan Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di Curug untuk Anak Jalanan

Hendrik Simorangkir • 8 August 2026 13:54

Tangerang: Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya meresmikan Sekolah Rakyat rintisan di kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) di Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Sekolah Rakyat ini disiapkan untuk menampung sebanyak 400 siswa.

Gus Ipul mengatakan ini merupakan sekolah rintisan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Siswa yang ditampung di sekolah rintisan ini sebagian besar merupakan anak-anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah.

"Dari 400 anak jalanan yang dijangkau, 300 di antaranya telah diasesmen dan memenuhi syarat untuk mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Sementara itu, 100 anak lainnya masih memerlukan masa penyetaraan atau matrikulasi, yang nantinya akan kita tempatkan di sentra-sentra milik Kementerian Sosial," ujar Gus Ipul, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Gus Ipul mengungkapkan, pada tahun ini sebanyak 43 ribu siswa telah diterima di Sekolah Rakyat. Nantinya, pada 2027, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah siswa yang ditampung akan terus bertambah.

"Tahun depan, sesuai arahan Bapak Presiden, kalau gedungnya sudah jadi, akan ada lebih dari 150.000 siswa Sekolah Rakyat dan jumlahnya akan bertambah lebih banyak lagi setiap tahunnya. Sebab, target Bapak Presiden setidak-tidaknya satu kabupaten/kota memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan daya tampung lebih dari 2.000 siswa," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan bahwa tantangan terbesar saat ini bagi para pendamping adalah proses menjangkau anak-anak tersebut. Hal ini mendapat atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang berharap program ini bisa ditindaklanjuti di seluruh daerah.

"Untuk bisa mengajak ke sini saja luar biasa. Para pendamping kami memerlukan waktu 24 jam untuk mencari tahu keberadaan mereka karena dinamika lapangan yang tinggi. Nah, inilah yang mendapat atensi khusus dari Bapak Presiden, mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti di setiap daerah nanti," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengatakan Sekolah Rakyat ini memanfaatkan gedung rintisan milik Kementerian Perhubungan yang sebelumnya belum digunakan.

"Jadi, dari gedung yang belum terlalu terpakai, kemudian dimanfaatkan. Bagaimana caranya secepat mungkin anak-anak jalanan yang tidak sekolah, putus sekolah, atau tidak pernah sekolah sama sekali di sekitar sini bisa segera bersekolah," kata Teddy.


Mensos Saifullah Yusuf, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan Sekolah Rakyat rintisan di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) di Curug, Kabupaten Tangerang. (metrotvnews.com/Hendrik S) 

Menurut Teddy, Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari 165 sekolah yang sudah dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kemensos pada tahun lalu. Kemudian pada tahun ini, kata dia, terdapat 100 bangunan baru di 100 kota/kabupaten.

"Alhamdulillah, sekarang sudah ada 43.000 anak jalanan maupun anak yang tidak sekolah kini sudah bersekolah kembali. Ke depan, diharapkan jumlahnya semakin banyak, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan wilayah Banten sekitarnya," jelas Teddy.

Teddy menambahkan, nantinya 50 sampai 100 Sekolah Rakyat akan dibangun di seluruh Indonesia. Di wilayah Banten sendiri, kata dia, akan ada dua sekolah baru dan enam lainnya merupakan sekolah rintisan seperti di Curug.

"Rintisan itu kenapa? Karena pembangunan butuh waktu, mungkin setahun. Namun, anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera (belajar). Makanya ada yang rintisan. Tahun lalu sudah mulai terlaksana, dan ini contohnya," pungkas Teddy.

(Lukman Diah Sari)