Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico saat memaparkan laporan perkembangan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (5/8/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Kemensos Kebut Penyelesaian Bangunan Sekolah Rakyat Permanen
Achmad Zulfikar Fazli • 5 August 2026 19:16
Bandung: Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Agar, sekolah tersebut dapat segera dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico mengatakan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen telah rampung dari target 100 sekolah pada 2026. Sedangkan, tujuh lain masih dalam penyelesaian.
"Total seharusnya tahun ini ada 100 sekolah permanen yang sudah jadi seperti ini. Namun dengan dinamika yang luar biasa, baru selesai 93. Yang tujuh sedang berproses," kata Robben di Bandung, Jawa Barat, dilansir dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dia menjelaskan tiga Sekolah Rakyat permanen yang masih berproses berada di Papua dan sudah memiliki kontrak pembangunan. Namun, kontrak satu dari tiga sekolah tersebut sempat terkendala, sehingga pemerintah menyesuaikan ulang lokasi pembangunannya.
“Jadi kami tadi malam rapat untuk mencarikan tempat penggantinya. Alhamdulillah sudah didapat di daerah Kota Jayapura," ujar Robben.
.jpg)
Ilustrasi Sekolah Rakyat. Dok. Metrotvnews.com
Sebanyak empat Sekolah Rakyat permanen lain masih dalam pembangunan di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Menurut Robben, kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam penyelesaian pembangunan.
Dia mengatakan Kemensos terus berkoordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya agar seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai target sekaligus mendukung perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.
"Tahun ini nanti, insyaallah pada bulan Oktober, kita juga memiliki target pembangunan tahap tiga untuk gedung permanen sebanyak 250 gedung, dengan kapasitas sebagaimana yang kemarin diperintahkan oleh Pak Presiden," kata Robben.
Berdasarkan data Kemensos, 101 Sekolah Rakyat melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bertahap dalam empat gelombang. Penambahan 250 gedung permanen pada tahap ketiga diharapkan semakin memperluas jangkauan layanan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin di berbagai daerah.