BPBD Baubau Petakan Titik Rawan Bencana Darat dan Laut Selama Kemarau

BPBD bersama Pos SAR Baubau saat melaksanakan koordinasi terkait mitigasi bencana. ANTARA/HO-Pemkot Baubau

BPBD Baubau Petakan Titik Rawan Bencana Darat dan Laut Selama Kemarau

Silvana Febiari • 12 August 2026 20:54

Baubau: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Pos SAR Baubau, Sulawesi Tenggara memetakan sejumlah titik rawan bencana di wilayah daratan dan perairan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya selama puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau Moh Tasdik mengungkapkan fenomena El Nino membawa ancaman ganda bagi wilayah kepulauan seperti Baubau yang wajib diantisipasi secara bersamaan.

"El Nino sering dibaca publik semata sebagai ancaman kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran lahan di darat. Padahal di kota kepulauan seperti Baubau, penguatan angin timur pada puncak kemarau juga menaikkan tinggi gelombang di alur pelayaran kita. Dua ancaman ini berjalan beriringan dan wajib kita antisipasi secara bersamaan," kata Tasdik, dilansir dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026. 
 


Di daratan, BPBD mengimbau warga mewaspadai kebakaran lahan dan permukiman, pohon tumbang, serta krisis air bersih. Warga juga diminta tidak membakar sampah di lahan terbuka karena dapat memicu kebakaran saat cuaca kering.

"Sementara di wilayah perairan, pemetaan dilakukan bersama pada titik-titik rawan kecelakaan laut di sepanjang alur pelayaran dan simpul pelabuhan rakyat di wilayah Kota Baubau, khususnya di kawasan Selat Buton," ujarnya.

BPBD dan Pos SAR Baubau sepakat mengaktifkan kanal komunikasi terintegrasi selama 24 jam. Kanal ini menghubungkan Pusdalops BPBD dengan Comm Centre Pos SAR Baubau untuk mempercepat pencegahan dan penanganan darurat.

"Kekuatan kita hari ini ada pada kecepatan koordinasi. Kami mengimbau para nelayan dan operator kapal rakyat untuk selalu memeriksa informasi cuaca BMKG dan tidak memaksakan diri melaut apabila terdapat peringatan gelombang tinggi," tegasnya.


Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.

Sementara itu, Kepala Pos SAR Baubau Yayan La Ihu menegaskan kesiapan personelnya untuk bergerak cepat jika terjadi kondisi darurat di laut.

"Tim rescue kami siaga setiap saat. Yang kami butuhkan adalah kecepatan pelaporan dari masyarakat agar peluang penyelamatan korban dapat maksimal," sebut Yayan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkot Baubau juga mendorong keterlibatan seluruh potensi SAR, mulai dari TNI AL, Polairud, KSOP, Dishub, Damkar, PMI, Tagana, hingga kelompok relawan dan nelayan. Tujuannya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kemarau.

(Silvana Febiari)