Ada Ramadan-Idulfitri, LPS Yakin Pertumbuhan Kredit Melejit

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. Foto: Dok istimewa

Ada Ramadan-Idulfitri, LPS Yakin Pertumbuhan Kredit Melejit

Eko Nordiansyah • 11 February 2026 13:54

Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu optimistis momentum Ramadan dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan, khususnya pada sektor konsumsi. Keyakinan ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pembiayaan yang telah disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni di kisaran 10-12 persen.

Anggito menjelaskan, capaian tersebut diharapkan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat pertumbuhan di bawah 10 persen. Menurut dia, momentum Ramadan menjadi faktor musiman yang berpotensi meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat.

"Jadi kita harapkan untuk momentum Ramadan ini bisa meningkatkan, khususnya kredit konsumsi," ucapnya ditemui di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menambahkan, kondisi likuiditas perbankan saat ini cukup memadai sehingga mampu menopang peningkatan penyaluran kredit di momen Ramadan.

Kata dia, dengan dukungan tersebut, sektor perbankan dinilai memiliki ruang untuk melakukan akselerasi pembiayaan, terutama pada periode peningkatan permintaan menjelang dan selama Ramadan tahun ini.

Peningkatan aktivitas masyarakat

Lebih lanjut, selain faktor musiman, menurut dia kebijakan pemerintah yang menetapkan cuti bersama dan skema work from anywhere (WFA) juga dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap permintaan kredit.

Menurut Anggito, peningkatan aktivitas pariwisata dan konsumsi selama periode tersebut berpotensi mendorong kebutuhan pembiayaan, baik dari sisi individu maupun pelaku usaha yang bergerak di sektor jasa.

"Lagi pula, pemerintah memberikan kesempatan untuk libur cuti bersama, dan WFA yang juga mudah-mudahan bisa meningkatkan permintaan atas jasa pariwisata atau jasa-jasa lain berkaitan dengan konsumsi," kata dia.

Kebijakan WFA

Sebelumnya, pemerintah resmi menetapkan kebijakan WFA/kerja dari mana saja pada periode libur Lebaran 2026 dan mengimbau perusahaan untuk tidak memotong jatah cuti tahunan pegawai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci skema WFA berlaku pada tanggal 16 dan 17 Maret 2026 pada arus mudik serta 25, 26, dan 27 Maret 2026 pada arus balik.

“Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)