Emas batangan. Foto: dok Global Bullion Suppliers.
Harga Emas Ambruk setelah Fed Ogah Ubah Suku Bunga
Husen Miftahudin • 19 March 2026 08:10
Chicago: Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve AS (The Fed) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen setelah menyelesaikan pertemuan dua harinya pada Rabu.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 19 Maret 2026, harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun sebanyak 2,7 persen menjadi USD4.872,30 per ons.
Sementara harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, mengalami penurunan yang juga cuku tajam sebesar 2,6 persen menjadi USD4.875,90 per ons.
| Baca juga: Harga Emas Dunia Stabil di Dekat USD5.000/Ons |
Fed khawatir kenaikan inflasi
Dalam pernyataannya, FOMC menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk mendukung lapangan kerja maksimal dan mengembalikan inflasi ke target dua persen. Dari 12 anggota FOMC, 11 memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah diperkirakan akan meningkatkan inflasi dalam jangka pendek. "Dalam jangka pendek, harga energi yang lebih tinggi akan mendorong inflasi secara keseluruhan," jelas dia.
Powell mengakui masih terlalu dini untuk mengetahui cakupan dan durasi potensi dampak konflik terhadap perekonomian. Meskipun demikian, ia menolak menggunakan kata "stagflasi" untuk menggambarkan perekonomian AS saat ini. "Saya akan menggunakan istilah stagflasi hanya untuk situasi yang jauh lebih serius," tegas dia.
The Fed memperkirakan inflasi akan mereda tahun ini, tetapi kemajuannya tidak akan sebesar yang diharapkan Fed. Soal suku bunga ke depan, bank sentral AS itu memperkirakan dua kali lagi penurunan suku bunga tahun ini.
Powell mengatakan hal itu dapat berubah jika inflasi tetap tinggi, dan menegaskan kembali kebijakan moneter Fed tidak mengikuti jalur yang tetap. "Kami akan membuat keputusan berdasarkan setiap pertemuan," urai dia.
Diketahui, prospek suku bunga yang tetap tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Kilau emas dicuri dolar AS
Kepala strategi komoditas ING Warren Patternson dan ahli strategi komoditas Ewa Manthey mengatakan harga emas diperdagangkan dalam kisaran sempit karena konflik AS-Israel dengan Iran berlanjut hingga minggu ketiga. Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil riil yang lebih tinggi mengimbangi dukungan geopolitik.”
"Meskipun harga energi yang tinggi dan ketegangan di Timur Tengah terus mendukung permintaan aset aman, kekhawatiran tekanan inflasi dapat menunda pemotongan suku bunga Federal Reserve telah membatasi potensi kenaikan," ungkap mereka.
"Dalam jangka pendek, emas tetap terjebak antara risiko geopolitik dan hambatan makro dari suku bunga yang lebih tinggi. Kami tetap optimis dalam jangka menengah di tengah permintaan diversifikasi, pembelian oleh bank sentral, dan risiko stagflasi. Namun, risiko penurunan tetap ada jika konflik berkepanjangan, memperkuat prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama," papar mereka menambahkan.