Puasa Muharam Berapa Hari? Ketahui Waktu Pelaksanaan dan Keutamaanya

Ilustrasi freepik

Puasa Muharam Berapa Hari? Ketahui Waktu Pelaksanaan dan Keutamaanya

Putri Purnama Sari • 7 June 2026 18:55

Jakarta: Menjelang bulan Muharam, banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah puasa Muharam berapa hari, karena bulan Muharam dikenal sebagai salah satu bulan yang istimewa dalam Islam dan terdapat anjuran untuk memperbanyak ibadah, termasuk berpuasa sunah.

Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa yang dikerjakan pada bulan Muharam sebagai salah satu puasa sunah yang paling utama setelah puasa Ramadan.

Lantas, berapa hari puasa Muharam yang dianjurkan dan kapan pelaksanaannya? Berikut informasinya.

Puasa Muharam Berapa Hari?

Pada dasarnya, tidak ada ketentuan pasti mengenai jumlah hari puasa yang harus dijalankan selama bulan Muharam. Umat Islam dapat berpuasa sunah pada hari-hari di bulan Muharam sesuai kemampuan masing-masing.

Namun, terdapat beberapa puasa yang paling dianjurkan, yaitu:
  • Puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharam
  • Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam
  • Puasa sehari sebelum dan sesudah Asyura
Dengan demikian, puasa Muharam dapat dilakukan selama satu hari, dua hari, atau tiga hari, tergantung niat dan kemampuan masing-masing muslim.
 

Puasa Sunah Muharam yang Dianjurkan

1. Puasa Asyura (10 Muharam)

Puasa Asyura merupakan puasa sunah yang paling dikenal pada bulan Muharam. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharam karena memiliki keutamaan besar.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu.

2. Puasa Tasu'a (9 Muharam)

Selain puasa pada tanggal 10 Muharam, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharam atau yang dikenal dengan Puasa Tasu'a.

Tujuannya adalah untuk membedakan pelaksanaan ibadah umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi pada saat itu.

3. Puasa 9, 10, dan 11 Muharam

Sebagian ulama menganjurkan puasa selama tiga hari, yakni pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharam. Pelaksanaan puasa tiga hari ini dianggap sebagai bentuk penyempurnaan puasa Asyura sekaligus upaya untuk lebih berhati-hati dalam menentukan tanggal pelaksanaannya.
 

Keutamaan Puasa Muharam

Puasa sunah di bulan Muharam memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam." (HR Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, puasa di bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena termasuk amalan yang paling dianjurkan setelah puasa wajib Ramadan. Beberapa keutamaan puasa Muharam antara lain:
  • Mendapatkan pahala yang besar.
  • Menjadi salah satu puasa sunnah paling utama.
  • Menghapus dosa-dosa kecil, khususnya melalui puasa Asyura.
  • Menambah ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT.

(Gabriella Thesa Widiari)