Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu
Netanyahu Remehkan Perselisihan dengan Trump Terkait Perang Timur Tengah
Fajar Nugraha • 4 June 2026 06:10
Yerusalem: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meremehkan perselisihan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pada 3 Juni, Netanyahu mengatakan bahwa mereka berdua sepakat pada tujuan melucuti senjata Hizbullah untuk mencapai perdamaian antara Israel dan Lebanon.
Trump mengonfirmasi dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Rabu di New York Post bahwa ia terlibat perdebatan tegang dengan Netanyahu dua hari sebelumnya, di mana ia dilaporkan mencaci maki sekutu dekatnya itu dengan kata-kata kasar.
"Hizbullah adalah proksi Iran yang menempatkan semua warga Lebanon di bawah ancaman senjata dan menggunakan Lebanon sebagai platform untuk meluncurkan rudal teror ke kota-kota kita, untuk meluncurkan drone pembunuh terhadap warga sipil kita," kata Netanyahu dalam wawancara tersebut, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 4 Juni 2026.
"Jadi, jika kita ingin menyelamatkan Lebanon, jika kita ingin mencapai perdamaian Lebanon-Israel, seperti yang saya inginkan, kita harus melucuti senjata Hizbullah dan kita harus melakukan demiliterisasi Lebanon. Dan saya tahu bahwa ini adalah tujuan yang sama antara presiden dan saya, dan itulah yang harus kita lakukan,” ungkap Netanyahu.
Trump mengatakan, dia khawatir dengan situasi di Lebanon ketika dia berbicara dengan Netanyahu pada Senin.
"Anda berkata, 'Apakah Anda gila? Apa yang Anda lakukan? Saya membantu Anda terhindar dari penjara.' Apakah itu benar? Apakah Anda berbicara kepadanya dengan istilah seperti itu?" tanya pewawancara New York Post.
"Ya," jawab Trump. "Saya sedikit khawatir dengan perselisihannya yang terus-menerus dengan Lebanon."
"Saya berkata, 'Bibi, kita harus menghentikan ini,’” ungkapnya.
Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia memiliki "hubungan yang sangat baik" dengan Netanyahu. "Kami telah bekerja sama dengan baik... Saya sangat menyukai Bibi."
Netanyahu mengatakan kepada pewawancara CNBC bahwa ia dan Trump selalu "menemukan cara" untuk maju, menolak untuk menjelaskan detail percakapan mereka.
"Kami memiliki banyak kesepakatan, kami sepakat pada hal-hal utama," katanya.
"Ada perbedaan taktis. Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikannya, dan kami melakukannya sebagai teman baik. Kami bisa berbeda pendapat di pagi hari, dan pada sore hari, kami telah melakukan tindakan bersama," sebut Netanyahu.
Ketika ditanya apakah hubungannya dengan Trump telah berubah, Netanyahu menjawab: "Tidak".
"Ini adalah hubungan yang hebat, karena dia adalah teman terbaik yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih. Dia menghormati saya. Saya menghormatinya. Kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan kami,” pungkas Netanyahu.