Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV
Surya Paloh Dukung Arah Ekonomi Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Rupiah
Achmad Zulfikar Fazli • 20 May 2026 19:31
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan dukungannya terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto di tengah tekanan pada nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global. Surya Paloh menilai optimisme publik menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas nasional dan kepercayaan terhadap pemerintahan.
“Selain optimisme, apa lagi kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri. Hanya tinggal optimisme itu. Kalaupun itu selesai, kita tidak punya apa-apa lagi. Tapi mudah-mudahan kita masih bisa menjaga optimisme itu ya,” ujar Surya Paloh usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pidatonya di sidang paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Subianto memaparkan target asumsi makro RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2027.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Prabowo mengatakan stabilitas rupiah menjadi salah satu fokus utama dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
Menurut Prabowo, strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga kestabilan mata uang nasional terhadap mata uang dunia di tengah turbulensi global, sekaligus mengendalikan inflasi dan memperkuat sektor riil melalui industrialisasi.

Presiden Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR. Foto: Antara
Baca Juga:
Surya Paloh: Modal Terakhir Kita adalah Menjaga Optimisme Ekonomi |
Merespons hal itu, Surya Paloh menilai perdebatan tanpa arah tidak akan membantu pemulihan ekonomi nasional. Dia meminta seluruh elemen bangsa menjaga rasa percaya diri agar pasar dan pelaku usaha tidak kehilangan harapan.
Dia juga menanggapi pelemahan pasar saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona 6.200. Menurut dia, penurunan tersebut hanya bersifat sementara.
“Ya, mungkin kita harapkan itu hanya indikasi sementara aja. Tapi kalau itu semakin turun terus-menerus, nah itu yang seperti saya katakan, ini perlu dievaluasi kembali,” ucap Surya Paloh.
Pernyataan Surya Paloh dinilai menjadi sinyal dukungan politik Partai NasDem terhadap agenda stabilitas ekonomi pemerintahan Prabowo, terutama di tengah melemahnya sentimen pasar dan tekanan eksternal terhadap perekonomian nasional.