Cegah Begal dan Tawuran, Polres Jaktim Gelar Patroli Skala Besar

Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) menggelar patroli cipta kondisi (Cipkon) dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) skala besar untuk mengantisipasi aksi begal ninggal tawuran remaja di wilayah setempat. Foto: ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Timur

Cegah Begal dan Tawuran, Polres Jaktim Gelar Patroli Skala Besar

Fachri Audhia Hafiez • 24 May 2026 23:11

Jakarta: Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) menggelar patroli Cipta Kondisi (Cipkon) dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) skala besar di sejumlah titik rawan. Operasi ini diintensifkan sebagai langkah antisipasi terhadap kejahatan jalanan mulai dari aksi pembegalan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga tawuran antar-remaja.

"Kegiatan patroli cipta kondisi ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi aksi kriminalitas jalanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat pada malam hingga dini hari," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, Ipda Jery, di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 24 Mei 2026.
 


Jery memaparkan, operasi penyisiran ini berlangsung maraton sejak Sabtu malam, 23 Mei 2026, pukul 23.00 WIB hingga Minggu dini hari. Sebanyak 78 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini, yang diawali dengan apel kesiapan di halaman Markas Komando Polres Metro Jakarta Timur di bawah pimpinan Kabag Ops AKBP M. Agung Julianto.

Usai apel, personel langsung disebar dan bersiaga di sejumlah lokasi krusial yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Beberapa titik fokus pengamanan di antaranya kawasan depan Mal Basura Jatinegara, Jembatan Banjir Kanal Timur (BKT) Jalan Pahlawan Revolusi, Yayasan Al-Falah Klender, hingga Posko Terpadu Jaga Ibukota di Kebon Singkong, Duren Sawit.

Petugas bergerak menyisir sejumlah ruas jalan utama yang meliputi rute Jatinegara, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pahlawan Revolusi, Jalan I Gusti Ngurah Rai, hingga Jalan Bekasi Timur Raya. Langkah mobile ini diambil untuk memonitor kelompok pemuda yang terindikasi hendak menggelar aksi balap liar maupun gesekan fisik.

"Tentunya ini untuk menekan angka kriminalitas jalanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari," ujar Jery.


Ilustrasi Polri. Foto: Dok. Media Indonesia.

Melalui peningkatan pengawasan di titik-titik rawan pada akhir pekan ini, kepolisian berharap stabilitas dan kondusivitas di wilayah Jakarta Timur dapat terus terjaga. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memutus ruang gerak para pelaku kejahatan sebelum mereka melancarkan aksinya.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Warga diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan Layanan Polri 110 yang siaga 24 jam gratis guna melaporkan segala bentuk tindakan darurat atau pergerakan mencurigakan yang berpotensi melanggar hukum.

(Fachri Audhia Hafiez)