Mohammad Baqer Zolqadr. (Press TV)
Profil Mohammad Baqer Zolghadr, Pejabat Keamanan Iran dan Pengganti Ali Larijani
Riza Aslam Khaeron • 25 March 2026 21:10
Jakarta: Iran telah menunjuk Mohammad Baqer Zolghadr sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Selasa, 24 Maret 2026. Penunjukan ini dilakukan hanya seminggu setelah Israel berhasil membunuh pendahulunya, Ali Larijani, di tengah peperangan yang telah berkecamuk selama lebih dari tiga pekan.
Zolghadr merupakan mantan komandan Garda Revolusi yang sebelumnya telah menduduki berbagai posisi keamanan senior, seperti Deputi Keamanan di Kementerian Dalam Negeri, Deputi di Staf Umum Angkatan Bersenjata, serta Penasihat Ketua Kehakiman untuk pencegahan kejahatan.
Selain itu, ia juga pernah memimpin markas pemilihan faksi politik garis keras, Popular Front of Islamic Revolutionary Forces.
Berikut ini profil lengkap dari pejabat keamanan tertinggi Teheran tersebut:
Karier di Garda Revolusi
Melansir laporan media Saudi, Asharq Al-Awsat, Mohammad Baqer Zolghadr berasal dari generasi awal pasca-Revolusi Iran yang terhubung dengan jaringan “Mansouroun”, sebuah kelompok ideologis yang kemudian melahirkan sejumlah tokoh kunci di tubuh Garda Revolusi Iran (IRGC).Sejak awal, kariernya tidak berkembang melalui jalur militer konvensional, melainkan sebagai bagian dari jaringan kekuasaan yang menggabungkan keamanan, politik, dan loyalitas ideologis dalam satu struktur.
Berdasarkan informasi dari media Iran, PressTV, Zolghadr lahir pada tahun 1954 di provinsi Fars. Ia memulai aktivitas politik dan keagamaannya sejak remaja sebelum Revolusi Islam 1979, hingga akhirnya bergabung dengan kelompok-kelompok revolusioner untuk melawan rezim Pahlavi yang didukung Barat.
Sebelum pecahnya Revolusi 1979, Zolghadr berhasil meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Teheran, yang kemudian dilanjutkan dengan gelar magister administrasi publik di universitas yang sama. Ia juga menyelesaikan gelar doktor dalam bidang manajemen strategis di Universitas Pertahanan Nasional.
Setelah jatuhnya Shah, ia sempat aktif di komite revolusioner sebelum bergabung dengan IRGC. Peran paling menentukan dalam karier awalnya terjadi saat Perang Iran-Irak, ketika ia memimpin “Markas Ramadan”, sebuah unit strategis yang menjadi pusat operasi eksternal Iran.
Unit ini mengoordinasikan aktivitas lintas batas di Irak, termasuk kerja sama dengan kelompok Kurdi dan Syiah yang menentang Saddam Hussein, serta menjalankan operasi langsung di wilayah Irak.
Struktur ini kemudian berkembang menjadi cikal bakal Pasukan Quds, yang saat ini dikenal sebagai lengan operasi luar negeri IRGC. Di fase ini, Zolghadr membangun pendekatan yang menjadi ciri khasnya: menggabungkan operasi militer, intelijen, dan jaringan politik untuk menciptakan pengaruh jangka panjang.
Ia tidak dikenal sebagai komandan lapangan yang menonjol, melainkan sebagai pengelola strategi dan jaringan—peran yang justru lebih menentukan dalam struktur kekuasaan di Iran.
| Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Ali Larijani, Pejabat Keamanan Tertinggi Iran yang Tewas |
Dari Struktur Militer ke Pusat Kekuasaan
Pasca perang, Zolghadr menghabiskan sekitar 16 tahun di puncak struktur IRGC, termasuk menjabat sebagai kepala staf gabungan dan wakil panglima. Peran ini menempatkannya di pusat pengambilan keputusan internal, dengan fokus pada koordinasi, administrasi, dan disiplin institusi, alih-alih eksposur publik.Mengutip Asharq Al-Awsat, pada akhir 1990-an, namanya muncul dalam konteks ketegangan politik antara kelompok reformis dan garis keras. Ia dikaitkan dengan sikap keras IRGC terhadap gerakan reformasi dan protes mahasiswa, termasuk keterlibatan dalam memberikan tekanan terhadap Presiden Mohammad Khatami.
Saat Mahmoud Ahmadinejad berkuasa pada 2005, Zolghadr masuk ke pemerintahan sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri bidang keamanan. Ia menangani stabilitas domestik, termasuk pengawasan daerah, penanganan krisis, dan protes. Perannya kemudian berlanjut ke Basij, pasukan paramiliter yang berfungsi menjaga mobilisasi ideologi dan kontrol sosial di Iran.
Karier Zolghadr tidak berhenti di sektor keamanan saja. Pada 2010, ia masuk ke lembaga peradilan sebagai deputi pencegahan kejahatan dan kemudian menjadi deputi strategis hingga 2020, yang memperluas pengaruhnya ke salah satu pilar utama negara.
Pada 2021, ia ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Kemaslahatan (Expediency Council), posisi yang menempatkannya sangat dekat dengan lingkaran pengambil keputusan tertinggi Iran.
Selain itu, jaringan pengaruhnya juga diperkuat oleh hubungan keluarga. Ia merupakan mertua dari Kazem Gharibabadi, pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Iran yang memainkan peran krusial dalam isu nuklir dan hubungan internasional.