Kilau Harga Emas Makin Mentereng di Tengah Harapan De-eskalasi Timteng

Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr

Kilau Harga Emas Makin Mentereng di Tengah Harapan De-eskalasi Timteng

Husen Miftahudin • 26 March 2026 09:22

Chicago: Harga emas dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Harapan de-eskalasi Timur Tengah (Timteng) melanda aset-aset tersebut meskipun ada penolakan dari Iran terhadap usulan gencatan senjata Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Investing.com, Kamis, 26 Maret 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini naik 0,7 persen menjadi USD4.504,58 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, bertambah sebanyak 2,3 persen menjadi USD4.534,90 per ons.
 

Baca juga: Kilau Harga Emas Dunia Masih Bersinar
 

AS ajukan proposal gencatan senjata

 
Berita utama pada Rabu didominasi oleh perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Terlepas dari pernyataan berulang kali dari Washington bahwa pembicaraan sedang berlangsung, Iran tampaknya menolak semua klaim tersebut.
 
Amerika Serikat dilaporkan telah menyampaikan rencana perdamaian 15 poin kepada Teheran. Bersamaan dengan tuntutan agar Iran membongkar situs-situs nuklir utamanya, AS juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz.
 
Selat Hormuz merupakan jalur air vital di selatan Iran yang telah ditutup untuk lalu lintas kapal tanker selama berminggu-minggu, sehingga menaikkan harga energi dan mengancam akan memicu tekanan inflasi di berbagai negara di seluruh dunia.
 
Namun, menurut kantor berita Fars, Iran mengatakan pembicaraan gencatan senjata tidak mungkin dilakukan dalam kondisi saat ini. Kemudian, Press TV Iran mengatakan negara itu tidak akan membiarkan AS mendikte waktu berakhirnya perang, mengutip seorang pejabat politik senior.
 
Kantor berita milik negara Iran itu mengatakan pejabat tersebut menguraikan lima tuntutan dari pihak Teheran, termasuk penghentian semua serangan dan pengakuan serta jaminan internasional atas hak Iran untuk menjalankan otoritas atas Selat Hormuz.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Negosiasi perdamaian masih 'alot'

 
Axios kemudian melaporkan AS belum menerima pesan resmi apa pun dari Iran yang menolak usulan gencatan senjata tersebut, mengutip seorang pejabat AS.
 
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak ada pembicaraan dengan AS. Ia menambahkan AS mengirimkan pesan melalui berbagai mediator, tetapi pertukaran semacam itu bukan termasuk bagian dari negosiasi resmi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)