Raja Yordania Abdullah II. (Anadolu Agency)
Raja Yordania Tolak Bertemu Netanyahu, Diplomasi Israel Temui Jalan Buntu
Willy Haryono • 31 March 2026 09:56
Tel Aviv: Raja Yordania Abdullah II dilaporkan menolak permintaan pertemuan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang diajukan sesaat sebelum pecahnya konflik dengan Iran pada 28 Februari lalu.
Penolakan ini menggagalkan upaya Israel untuk menunjukkan stabilitas hubungan bilateral kepada Amerika Serikat pascagencatan senjata di Gaza.
Laporan stasiun televisi pemerintah Israel, Kan, melaporkan pada Selasa, 31 Maret 2026, bahwa Yordania mengajukan sejumlah prasyarat sebelum menyetujui pertemuan dengan Netanyahu.
Pemerintah Yordania menuntut kejelasan prospek pembentukan negara Palestina yang berdaulat serta jaminan untuk mencegah pengusiran warga Palestina dari Jalur Gaza.
Selain itu, Yordania juga meminta jaminan akses ibadah bagi umat Muslim di Yerusalem serta langkah konkret untuk menghentikan kekerasan oleh pemukim Yahudi terhadap warga Palestina.
Pihak Yordania memutuskan membatalkan pertemuan setelah jawaban yang diberikan Israel dinilai tidak memuaskan.
“Amman enggan memberikan panggung politik bagi Netanyahu melalui pertemuan tersebut. Hubungan kedua negara saat ini hanya akan dilanjutkan melalui saluran keamanan di balik layar,” lapor Kan.
Sumber diplomatik menyebutkan bahwa salah satu alasan utama penolakan Raja Abdullah II adalah kebijakan Israel yang menutup kompleks Masjid Al-Aqsa dan situs suci lainnya di Kota Tua Yerusalem.
Israel berdalih penutupan tersebut dilakukan demi alasan keamanan, menyusul meningkatnya intensitas serangan roket sejak konfrontasi dengan Iran dimulai. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Raja Yordania Puji Konsistensi Presiden Prabowo Bela Rakyat Palestina