PM India Narendra Modi berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di KTT ke-18 BRICS di New Delhi, Sabtu, 12 September 2026. (Press Information Bureau of India)
Modi dan Xi Bertemu di KTT BRICS, Sepakat Perkuat Perdagangan dan Konektivitas
Willy Haryono • 13 September 2026 12:44
New Delhi: India dan Tiongkok sepakat memperkuat hubungan bisnis, perdagangan, serta konektivitas transportasi di tengah upaya kedua negara memulihkan hubungan yang sempat memburuk akibat bentrokan militer di perbatasan Himalaya pada 2020.
Kesepakatan tersebut disampaikan setelah Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT BRICS di New Delhi pada Sabtu kemarin. Pertemuan tersebut menjadi kunjungan pertama Xi ke India dalam tujuh tahun.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan kedua pemimpin menekankan pentingnya memperluas pertukaran budaya, hubungan bisnis, serta mobilitas masyarakat antara kedua negara.
“Para pemimpin kedua negara menekankan perlunya lebih meningkatkan pertukaran budaya, hubungan bisnis, dan mobilitas yang lebih besar antara kedua negara,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri India yang dikutip AsiaOne, Minggu, 13 September 2026.
Dalam sektor ekonomi dan perdagangan, Modi dan Xi juga sepakat mengatasi berbagai persoalan yang selama ini menghambat hubungan bilateral. Persoalan tersebut mencakup ketidakseimbangan struktural perdagangan, gangguan rantai pasok, serta kebutuhan menciptakan akses pasar yang lebih terbuka dan dapat diprediksi.
Perdagangan India-Tiongkok
Hubungan perdagangan India-Tiongkok telah mencapai tingkat tertinggi meski hubungan politik dan keamanan kedua negara masih menghadapi sejumlah persoalan.Berdasarkan data bea cukai Tiongkok, nilai perdagangan bilateral mencapai rekor USD155,6 miliar pada 2025.
Tiongkok kini menjadi sumber impor terbesar bagi India. Pembelian India dari Tiongkok mencapai sekitar US$132 miliar pada tahun fiskal 2025/2026.
Namun, nilai ekspor India ke Tiongkok masih jauh lebih kecil. Kondisi tersebut menyebabkan India mengalami defisit perdagangan dengan Tiongkok lebih dari USD100 miliar.
Selain ketidakseimbangan perdagangan, pelaku usaha kedua negara masih menghadapi sejumlah hambatan, termasuk birokrasi, keterlambatan visa, serta pembatasan penjualan sejumlah peralatan industri.
Xi mengatakan Tiongkok selalu memandang dan mengembangkan hubungan dengan India dari perspektif strategis dan jangka panjang.
Menurut kantor berita Xinhua, Xi juga menyebut pertukaran kelembagaan antara kedua negara secara bertahap mulai dipulihkan. Bidang kerja sama disebut terus bertambah, sementara perdagangan bilateral telah mencapai rekor baru.
Ketegangan Perbatasan Belum Sepenuhnya Berakhir
Upaya memperbaiki hubungan ekonomi berlangsung ketika persoalan keamanan di sepanjang perbatasan Himalaya masih menjadi tantangan utama.India dan Tiongkok memiliki sejarah panjang sengketa wilayah. Kedua negara bahkan pernah terlibat perang singkat namun berdarah pada 1962.
Hubungan kembali memburuk setelah bentrokan di perbatasan pada 2020 yang menewaskan 20 tentara India dan empat tentara Tiongkok.
Ketegangan militer mulai mereda pada akhir 2024 setelah Modi dan Xi menyepakati langkah untuk mengakhiri kebuntuan militer di wilayah Himalaya bagian barat.
Meski demikian, kedua negara masih mempertahankan pengerahan militer dalam jumlah besar di sepanjang perbatasan. Perundingan mengenai sengketa wilayah juga berlangsung lambat.
Dalam pertemuan dengan Xi, Modi menegaskan bahwa perdamaian di wilayah perbatasan tetap menjadi dasar penting bagi pengembangan hubungan bilateral.
India dan Tiongkok berbagi perbatasan sepanjang sekitar 3.800 kilometer yang sebagian besar tidak memiliki penandaan batas yang jelas.
Bagi kedua negara, pemulihan hubungan ekonomi karena itu berjalan berdampingan dengan upaya menjaga stabilitas perbatasan. Penguatan perdagangan dan konektivitas dapat mempererat hubungan bilateral, tetapi keberlanjutan proses tersebut tetap bergantung pada kemampuan New Delhi dan Beijing mengelola sengketa keamanan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Baca juga: Modi Desak Reformasi DK PBB dan Kesetaraan Peran Global South di KTT BRICS