Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Foto: ANTARA/HO-dok pribadi.
Gus Kikin Raih Suara Tertinggi Calon Ketum PBNU 2026-2031
Fachri Audhia Hafiez • 31 August 2026 06:08
Jombang: Lima calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031 telah terjaring melalui proses tabulasi suara di Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin dini hari, 31 Agustus 2026. Dalam penghitungan dari usulan perwakilan PWNU, PCNU, dan PCINU tersebut, KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin) menempati posisi puncak dengan raihan 472 suara.
“Alhamdulillah sudah pada ujung hasil ini lah. Tapi kan belum sahkan sama Rais Aam atau AHWA. Ya nanti barangkali nanti kalau sudah sah. Kita masih nunggu hasilnya. Kita ke depan lagi kita bangun kebersamaan, ukhuwah. Dari zaman dulu NU itu seperti itu,” ujar Gus Kikin merespons perolehan suaranya, dikutip dari laman NU Online, Senin, 31 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Gus Kikin menegaskan bahwa kebersamaan merupakan elemen paling penting dalam menentukan perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan. “Saya bersyukur ya ada kebersamaan dengan semua peserta. Dan ya itu merupakan satu kegembiraan, kebanggaan kita itu bisa bersama-sama dengan yang lain,” kata Gus Kikin.
Sementara itu, KH Zulfa Mustofa yang menyusul di posisi kedua dengan 262 suara menganggap pencapaian tersebut sebagai kejutan yang luar biasa.
“Pastinya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan muktamirin, para pemilih. Saya bisa masuk nomor dua, satu kejutan luar biasa. Pastinya satu penghormatan buat saya,” ungkap Zulfa.
Posisi selanjutnya diisi oleh KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) yang memperoleh 261 suara, serta KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan perolehan 258 suara.
“Bersyukur ya dengan perjuangan teman-teman. Kita diberikan kepercayaan bisa masuk kelima besar, sebagai bukti bahwa gagasan, ide, visi yang kami (bawa) mendapat apresiasi yang lumayan,” ujar Gus Salam.
Gus Salam juga berharap ide yang ia tawarkan dapat diteruskan menjadi wujud kerja nyata. “Harapan kami apa yang kami lakukan dapat bisa terealisasi. Terima kasih (muktamirin) atas semua perjuangan, ketabahan, dan kesungguhannya dengan niat satu khidmah dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama,” kata Gus Salam.
.jpeg)
Muktamar ke-35 NU. Foto: Dok. Metro TV.
Di sisi lain, Gus Yahya memilih bersikap santai dan menunggu keputusan lanjutan dari majelis ulama. “Alhamdulillah, nanti kita lihat apakah masyarakat setuju Ahlul Halli wal Aqdi. Iya, kita pantau,” ujar Gus Yahya.
Selain nama-nama tersebut, terdapat pula KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) yang mengantongi 155 suara di posisi kedelapan. Nama lain seperti KH Nusron Wahid, KH Yusuf Chudori, dan H Saifullah Yusuf turut masuk bursa namun dinyatakan tidak memenuhi syarat lanjutan.
“Alhamdulillah, kita bersyukur. Meskipun agak tidak menduga juga, sehingga harus lari-lari ke sini tadi. Di posko kami, 100 meter dari sini,” ucap Gus Rozin.
Gus Rozin berpesan agar dinamika Muktamar tidak sekadar berfokus pada figur pemimpin. Namun, pada kemenangan kelembagaan organisasi.
“Nahdlatul Ulama harus menang. Bukan orangnya, bukan ketuanya. Kita harus optimis, tidak boleh pesimis,” ucap Gus Rozin.