KH Miftachul Akhyar secara resmi terpilih kembali sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031. Foto: Akun Instagram @nuonline_id.
KH Miftachul Akhyar Terpilih sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031
Fachri Audhia Hafiez • 30 August 2026 23:58
Jombang: Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) secara mufakat menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031. Penetapan ini dilaksanakan pada Muktamar ke-35 NU di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu malam, 30 Agustus 2026.
"Setelah melakukan musyawarah tertutup, anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan bahwa nama Kiai Haji Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar masa khidmah 2026–2031," ujar anggota majelis AHWA, KH Anwar Iskandar, saat membacakan Berita Acara Rapat AHWA di hadapan peserta muktamar, dikutip dari laman NU, Minggu malam, 30 Agustus 2026.
Anwar mengungkapkan bahwa proses musyawarah mufakat di antara sembilan anggota AHWA berjalan khidmat, lancar, dan efektif selama satu jam, mulai pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB. Mekanisme musyawarah yang digunakan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an serta asas Pancasila.
Berita acara penetapan tersebut disepakati dan ditandatangani secara utuh oleh seluruh ulama anggota AHWA, yaitu KH Nurul Huda Jazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), KH Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Abun Bunyamin, KH Anwar Manshur, dan Prof. KH Said Aqil Siroj.
.jpeg)
Muktamar ke-35 NU. Foto: Dok. Metro TV.
Selain mengumumkan penetapan Rais Aam, majelis AHWA turut menyampaikan pesan khusus untuk kepemimpinan PBNU mendatang. Rais Aam terpilih diamanatkan untuk merangkul seluruh elemen dan potensi yang ada di internal Nahdlatul Ulama.
"Ada catatan yang merupakan pesan dari para Ahlul Halli wal Aqdi semuanya, bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama dalam bentuk apa pun, untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama," ujar Anwar.
Penetapan Rais Aam ini menjadi salah satu agenda krusial dalam Muktamar ke-35 NU. Usai pengumuman tersebut, persidangan dilanjutkan ke agenda berikutnya, yakni persetujuan Rais Aam terpilih bersama AHWA untuk melangsungkan proses pemilihan Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031.