Para kelompok rentan seperti perempuan, ibu hamil, dan ibu menyusui terdampak gempa di NTT mendapat bantuan. Foto: Dok. Istimewa.
Kelompok Rentan Harus jadi Bagian Penting dalam Penanganan Bencana
Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 18:25
Ngada: Kebutuhan kelompok rentan dinilai harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Terutama selama masa tanggap darurat.
Hal itu disampaikan anggota DPR Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) I, Julie Sutrisno Laiskodat, terkait penanganan gempa di Flores, NTT. Dia menekankan, di tengah situasi darurat, kelompok rentan seperti perempuan, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, lansia, dan penyandang disabilitas menghadapi persoalan yang kerap luput dari perhatian.
“Para ibu hamil harus menjaga diri lebih ekstra karena ada kehidupan lain yang sedang mereka jaga di dalam rahim. Karena itu, kebutuhan mereka tidak bisa disamakan dengan kebutuhan umum di pengungsian,” kata Julie melalui keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca Juga :
Pengungsi Gempa NTT Berkurang 6.094 Jiwa
Julie menekankan bagi ibu hamil yang kini tinggal di pengungsian, tantangan itu menjadi lebih kompleks. Keterbatasan pangan bergizi, air bersih, perlengkapan kebersihan, privasi, hingga akses layanan kesehatan dapat berdampak langsung pada kesehatan ibu dan janin.
Menurut Julie, pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas bencana perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing kelompok. Untuk ibu hamil dan ibu menyusui, misalnya, asupan nutrisi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan mereka sekaligus mendukung tumbuh kembang bayi.
Selain makanan bergizi, layanan kesehatan reproduksi darurat juga perlu tersedia di lokasi pengungsian. Kehadiran tenaga kesehatan, khususnya bidan, menjadi penting untuk memantau kondisi ibu hamil, termasuk mereka yang memasuki masa persalinan.
“Di tempat pengungsian, ruang aman dan layanan kesehatan harus tetap tersedia. Ibu hamil membutuhkan perhatian yang lebih terukur, termasuk pemeriksaan kesehatan, nutrisi, kebersihan diri, dan pendampingan ketika mendekati persalinan,” ujar Julie.
Perhatian terhadap kelompok rentan tersebut menjadi bagian dari penyaluran bantuan NasDem Peduli di sejumlah wilayah terdampak gempa Flores. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan logistik umum, tetapi juga kebutuhan khusus perempuan, bayi, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.
Bantuan yang disalurkan antara lain susu formula untuk bayi, susu bagi ibu hamil dan ibu menyusui, susu lansia, popok bayi, minyak telon, minyak kayu putih, obat-obatan, serta vitamin.
Kebutuhan perempuan juga menjadi perhatian melalui penyaluran pembalut dan perlengkapan kebersihan seperti sabun dan deterjen. Sementara untuk kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, bantuan mencakup beras, mi instan, telur, minyak goreng, air mineral, tenda atau terpal, kelambu antinyamuk, dan selimut.
Menurut Julie, bantuan semacam itu penting karena kondisi darurat sering membuat kebutuhan personal kelompok rentan menjadi sulit dipenuhi.
“Dalam situasi bencana, kebutuhan perempuan dan anak sering kali tidak terlihat di permukaan. Karena itu, kita harus hadir dengan kepekaan yang lebih besar. Mereka membutuhkan rasa aman, privasi, kesehatan, dan dukungan agar dapat melewati masa sulit ini dengan lebih baik,” kata Julie.

Para kelompok rentan seperti perempuan, ibu hamil, dan ibu menyusui di NTT mendapat bantuan. Foto: Dok. Istimewa.
Selain pemenuhan kebutuhan fisik, NasDem Peduli juga memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas melalui kegiatan seperti bernyanyi, menggambar, dan bermain. Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak kembali merasa aman setelah mengalami guncangan dan kehilangan akibat gempa.
Julie menegaskan, penanganan bencana tidak berhenti pada distribusi bantuan. Pemulihan membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama bagi kelompok yang memiliki kebutuhan khusus.
“Harapan kita sederhana: keluarga-keluarga yang terdampak dapat tetap terlindungi, anak-anak merasa aman, dan para ibu mendapatkan dukungan yang mereka perlukan. Dalam kondisi seperti ini, kemanusiaan harus hadir dalam bentuk yang nyata,” ujar Julie.
Penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya masih terus dilakukan selama masa tanggap darurat. Hingga Senin, 24 Agustus 2026, NasDem Peduli telah menyalurkan sekitar 10.000 paket bantuan kemanusiaan kepada para penyintas gempa Flores.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memastikan kelompok rentan tidak terlewat dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.