BI Sebut Rupiah Relatif Stabil dalam Sebulan Terakhir

Ilustrasi. Foto: Dok MI

BI Sebut Rupiah Relatif Stabil dalam Sebulan Terakhir

Eko Nordiansyah • 22 April 2026 15:57

Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kurs rupiah dapat dijaga relatif stabil dari level akhir Maret 2026 hingga 21 April 2026.

“Nilai tukar rupiah dapat dijaga relatif stabil yang pada 21 April 2026 tercatat sebesar Rp17.140 per dolar AS, atau melemah 0,87 persen point to point (ptp) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026,” ujarnya dalam agenda Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026 yang diadakan secara virtual dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Dia menyampaikan bahwa kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.



(Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: Dok BI)

Intervensi valuta asing demi jaga rupiah

Dalam konteks ini, pihaknya meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas kurs rupiah, melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri (offshore) maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri.

Struktur suku bunga instrumen moneter juga diperkuat untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing.

Lebih lanjut, Bank Indonesia turut memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penyesuaian threshold tunai beli valas terhadap rupiah, peningkatan threshold jual DNDF/Forward, serta peningkatan threshold beli dan jual swap yang berlaku mulai April 2026. Langkah tersebut membuat nilai tukar rupiah dapat dijaga relatif stabil.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik,” ungkap Perry.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)