Pasukan Israel bersiaga di salah satu lokasi di Tepi Barat. (Anadolu Agency)
Pemukim Israel Serang Anak-anak dan Wartawan di Taman Hebron Tepi Barat
Willy Haryono • 6 September 2026 10:32
Ramallah: Pemukim Israel menyerang sejumlah anak-anak Palestina dan wartawan di sebuah taman bermain di Hebron selatan, Tepi Barat, pada Sabtu, 5 September 2026.
Setelah insiden tersebut, tentara Israel menetapkan lokasi kejadian sebagai zona militer tertutup.
Mengutip Anadolu, aktivis Ahmed al-Hathaleen mengatakan pemukim Israel bersama tentara dan polisi Israel menyerang anak-anak dan wartawan, termasuk wartawan asing, yang berada di taman bermain milik komunitas di Khirbet Umm al-Khair, Masafer Yatta.
Menurut al-Hathaleen, pemukim Israel tiba di taman bermain dan menyerang anak-anak. Pasukan tentara dan polisi Israel kemudian menetapkan lokasi tersebut sebagai "zona militer tertutup" serta mengusir anak-anak, wartawan, warga, dan aktivis dari area tersebut.
Al-Hathaleen mengatakan pasukan Israel masih ditempatkan di dalam taman bermain dan melarang anak-anak memasuki area itu.
Ia menyebut taman bermain tersebut merupakan satu-satunya ruang rekreasi terbuka bagi anak-anak di komunitas setempat. Area itu telah tersedia selama bertahun-tahun dan baru-baru ini direnovasi serta dilengkapi berbagai fasilitas.
Lokasi tersebut sebelumnya juga menjadi tempat aktivis Odeh al-Hathaleen tewas sekitar setahun lalu. Menurut laporan tersebut, area itu telah berulang kali menjadi sasaran serangan pemukim dan pasukan Israel.
Persoalan taman bermain tersebut juga berkaitan dengan status lahan di Area C Tepi Barat. Administrasi Sipil Israel pada Januari mengeluarkan perintah pembongkaran terhadap lahan tersebut dengan alasan area itu dibangun di Area C berdasarkan Kesepakatan Oslo.
Namun, lahan tersebut disebut merupakan milik keluarga dari komunitas setempat yang memiliki dokumen sebagai bukti kepemilikan.
Berdasarkan Kesepakatan Oslo II 1995, Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C. Area A berada di bawah kendali penuh Palestina, sedangkan Area B berada di bawah administrasi sipil Palestina dengan kendali keamanan Israel. Sementara itu, Area C berada di bawah kendali penuh Israel.
Area C mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat. Pembagian tersebut pada awalnya dimaksudkan sebagai pengaturan sementara hingga tercapainya kesepakatan final mengenai status Tepi Barat. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Dubes AS Tegaskan Israel Harus Lindungi Warga Palestina di Tepi Barat