Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan bahas penurunan partisipasi Angkatan Kerja di Denpasar, Selasa, 5 Mei 2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
Angkatan Kerja Turun, Warga Bali Lebih Pilih Urus Rumah Tangga
Silvana Febiari • 6 May 2026 07:22
Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menyebut jumlah partisipasi angkatan kerja di Bali turun dibanding Februari 2025. Penurunan ini terjadi karena penduduk usia kerja yang mestinya masuk Angkatan Kerja menjadi Bukan Angkatan Kerja dan memilih untuk mengurus rumah tangga atau melanjutkan pendidikan.
“Angkatan Kerjanya sebanyak 2,66 juta orang, jumlah Angkatan Kerja ini turun 77,85 ribu orang karena sebagian di antaranya menjadi Bukan Angkatan Kerja,” ucap Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, dilansir dari Antara, Rabu, 6 Mei 2026.
Lebih jauh Agus Gede menjelaskan pada pendataan Februari 2026, jumlah Penduduk Usia Kerja di Bali 3,56 juta orang, namun yang menjadi Angkatan Kerja 2,66 juta orang. Sementara sisanya sebanyak 0,90 juta orang tidak bekerja.
Dari sekitar 900 ribu penduduk usia produktif tersebut, jumlahnya sudah termasuk naik 105,10 ribu tahun ini. Mereka terdiri dari 0,44 juta orang yang memutuskan mengurus rumah tangga, 0,34 juta orang melanjutkan sekolah, dan 0,12 juta karena alasan lainnya.
Dari 2,66 juta Angkatan Kerja, sebanyak 2,62 juta sudah bekerja dan 42,32 ribu masih pengangguran. Penyerapan tenaga kerja ini termasuk menurun sehingga tingkat pengangguran terbuka meningkat.
Fenomena ini kemudian menjadi sorotan publik. Hal tersebut dijabarkan lebih lanjut dengan membandingkan berdasarkan jenis kelamin.
Pada tingkat partisipasi Angkatan Kerja, BPS Bali menemukan ternyata penurunan partisipasi kompak terjadi pada laki-laki dan perempuan Bali. Kemudian untuk Angkatan Kerja yang belum terserap atau masih pengangguran hanya meningkat pada jenis kelamin laki-laki.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.
Kepala BPS Bali tak dapat memastikan apakah pengangguran ini disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja atau bukan. Namun, ia membenarkan beberapa mengalami PHK.
“Jadi bisa diartikan 1-2 dari 100 orang Angkatan Kerja di Bali adalah pengangguran atau belum bisa terserap di lapangan pekerjaan,” ucapnya.
Meskipun jumlah angkatan kerja dan masyarakat yang sudah bekerja mengalami penurunan, BPS Bali tetap melihat adanya peluang lapangan kerja yang terutama berada di sektor pertanian, perdagangan, dan industri.