Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. Metrotvnews/Alvi
Dinkes DKI Pastikan Hantavirus Varian Andes Belum Ada di Indonesia
Muhammad Alvi Randa • 11 May 2026 17:19
Jakarta: Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati memastikan hantavirus varian Andes yang dapat menular antarmanusia, belum ditemukan di Indonesia. Dinkes menegaskan penularan kasus Hantavirus di Jakarta sejauh ini masih berasal dari tikus ke manusia.
“Varian yang menular antarmanusia hanya satu sampai saat ini dari penjelasan WHO, yakni varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan. Dan Andes ini tidak ada di Indonesia,” Ujar Ani di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Ani menjelaskan hantavirus menyebar melalui air liur, urine, dan kotoran tikus yang mencemari lingkungan. Manusia dapat terpapar saat menyentuh benda yang terkontaminasi atau menghirup debu yang mengandung partikel virus.
Menurut Ani, jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia hingga kini hanya menular dari hewan ke manusia. Karena itu, Dinkes DKI terus mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko paparan tikus.
“Penularannya melalui tikus, air liur, air seni, kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia atau kemudian debunya terhirup oleh manusia,” kata Ani.
.jpg)
Ilustrasi tikus, hewan penyebar hantavirus. Pixel
Dinkes DKI Jakarta juga mengimbau warga tetap waspada tanpa perlu panik berlebihan. Masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker dan alat pelindung diri saat beraktivitas di tempat yang berisiko menjadi sarang tikus.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, tipe hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius berbeda dengan yang kasus di Indonesia. Terdapat dua tipe hantavirus yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com