Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki hilang korban erupsi Gunung Dukono. (Dok BPBD Kabupaten Halmahera Utara)
Satu Pendaki Korban Erupsi Dukono Ditemukan Tewas, Dua Masih Dicari
Lukman Diah Sari • 9 May 2026 20:24
Jakarta: Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu pendaki hilang, korban erupsi Gunung Dukono, pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 14.30 WIT. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap, korban merupakan warga negara Indonesia (WNI), berinisial E.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, pada Sabtu malam, 9 Mei 2026.
"Pada pukul 14.30 WIT, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur lokasi pencarian sehingga tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian," tutur dia.

Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki hilang korban erupsi Gunung Dukono. (Dok BPBD Kabupaten Halmahera Utara)
Abdul melanjutkan, setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat. Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik.
"Tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo," ungkap dia.
Ada Dua Titik Timbunan Material Diduga Korban Lain
Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban E. Dua titik tersebut, kata Abdul, diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian.
Namun, tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi.
Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR hari ini, tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu, 10 Mei 2026. Pencarian dikhususkan terhadap dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com